SEMARANG — Ribuan peserta mengikuti Jalan Sehat Keluarga Sakinah Fun Walk dalam kampanye Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (Gasnikah) di area Car Free Day (CFD) Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang, Minggu 28 September 2025.
Kegiatan ini diikuti jajaran Kementerian Agama se-Jawa Tengah bersama tokoh ormas dan lembaga keagamaan.
Dirjen Bimas Islam Prof Dr Abu Rokhmad mewakili Menteri Agama RI melepas peserta fun walk bersama Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Dr Ahmad Zayadi, Kepala Kanwil Kemenag Jateng Dr Saiful Mujab dan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji.
Menurut Ahmad Zayadi, Gasnikah merupakan gerakan nasional untuk menguatkan kesadaran bahwa pencatatan nikah adalah perlindungan hukum bagi keluarga, perempuan, dan anak.
Ia menyoroti masih banyaknya perkawinan yang tidak tercatat, sehingga menimbulkan persoalan hak identitas, waris, nafkah, hingga sengketa keluarga.
Prof Abu Rokhmad mengungkapkan penurunan tajam angka nikah tercatat dalam empat tahun terakhir, sementara perceraian terus meningkat.
“Pada 2024 dari 3,4 juta pasangan yang menikah, hanya 1,5 juta yang tercatat resmi. Ironisnya angka perceraian di atas 30 persen,” ujarnya.
Data Pemprov Jateng menunjukkan, jumlah pernikahan tercatat turun dari 1,78 juta pasangan pada 2020 menjadi 1,47 juta pada 2024.
Sementara hingga Juli 2025, kasus perceraian di Jateng mencapai 22.648 perkara. Faktor terbesar dipicu ekonomi dan ketidakharmonisan rumah tangga.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui Plt Kepala Biro Kesra Gunawan Sudharsono mengingatkan bahwa pencatatan nikah berkaitan langsung dengan status hukum, akses pendidikan anak, hak waris, dan perlindungan sosial.
Acara juga dirangkai aksi sosial Baznas untuk penyandang disabilitas dan anak panti asuhan serta pembagian doorprize, termasuk hadiah umrah dari PT ABBA Tour yang diraih Budiyanto (73), warga Rusun Kaligawe Semarang.
Kemenag mendorong generasi muda yang telah cukup usia dan siap lahir batin untuk menikah dengan pencatatan resmi di KUA sebagai ikhtiar memperkuat ketahanan keluarga dan masa depan bangsa.