Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jasirah Race 2025 Resmi Dimulai, Gubernur Luthfi: Tunjukkan Jateng sebagai Mutiara Terpendam

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat berfoto bersama peserta Jasirah Race 2025 di Lawang Sewu jalan pemuda Kota Semarang
Jumat 25 Juli 2025

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi melepas peserta Jasirah Race 2025 di ikon bersejarah Lawang Sewu, Kota Semarang, Jumat 25 Juli 2025.


Selama tiga hari, para peserta akan menjelajahi lima kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sekaligus mempromosikan potensi wisata sejarah, kuliner, dan UMKM.


Lima kota yang akan disambangi dalam ajang bertema Tanah Jawa Berkalung Besi ini meliputi Semarang, Tegal, Purwokerto, Solo, dan Yogyakarta.


Dalam perjalanannya, peserta akan menggunakan beragam moda transportasi, mulai dari kereta api hingga kendaraan daring.


“Rekan-rekan akan menjadi duta Jawa Tengah untuk mengeksplorasi dan memviralkan potensi wisata serta sarana prasarana yang kita miliki.


''Dunia harus tahu bahwa Jawa Tengah adalah mutiara terpendam dalam hal wisata dan ekonomi,” ujar Gubernur Luthfi


Ia menegaskan, tujuan utama Jasirah Race 2025 bukan sekadar memenangkan lomba, melainkan menghayati tiap destinasi yang dikunjungi.


Setiap lokasi memiliki kekayaan sejarah, cita rasa kuliner khas, hingga kisah inspiratif pelaku UMKM.

Lebih lanjut, eksplorasi ini diharapkan turut mendukung upaya Pemprov Jateng dalam mendorong aglomerasi kawasan dan pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor pariwisata dan konektivitas wilayah.


“Mereka secara tidak langsung mengeksplorasi potensi pertumbuhan ekonomi baru—mulai dari wisata, heritage, hotel, hingga transportasi publik seperti KAI, Gojek, dan Garuda Indonesia,” jelasnya.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisapurto, menambahkan bahwa tema Tanah Jawa Berkalung Besi terinspirasi dari ramalan Joyoboyo yang menyebutkan Pulau Jawa akan "kalungan wesi" (berkalung besi).


Hal ini diwujudkan melalui infrastruktur transportasi seperti rel kereta api, tol, dan jalan desa yang membentang dari barat hingga timur Jawa.


“Ini bisa masuk kategori sport tourism. Peserta akan menelusuri situs sejarah dari era Mataram Hindu, Mataram Islam, hingga kolonial. Mereka juga akan mempromosikan kuliner dan UMKM sambil berkeliling menggunakan kereta api,” ujar Rahmat.


Peserta yang terbagi dalam beberapa tim ini harus menyelesaikan tantangan dari panitia. Setiap tim minimal terdiri dari satu anggota yang memiliki sedikitnya 2.000 pengikut di media sosial.


Mereka juga akan mengedukasi publik tentang Cinta Bangga Paham Rupiah, penggunaan QRIS, dan mempromosikan UMKM serta destinasi wisata melalui konten video.


“Harapannya ini menjadi event tahunan dan memicu pelaku pariwisata untuk mengoptimalkan pemanfaatan kereta api, serta meningkatkan length of stay di Semarang dan kota lainnya,” pungkas Rahmat.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube