Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Investasi Jateng Capai Rp66,13 Triliun, Lampaui Capaian Tahunan Empat Tahun Terakhir

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah
Sakina Rosellasari saat jumpa pers di kantor DPMPTSP Jateng di jalan Mgr Sugiopranoto Pendrikan Kidul Semarang Selasa (21/10). Foto : Umda

SEMARANG — Realisasi investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Hingga triwulan ketiga tahun 2024, nilai investasi yang masuk mencapai Rp66,13 triliun, melampaui total capaian tahunan sejak 2020 hingga 2023.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Tengah masih menjadi salah satu lokasi investasi yang paling diminati di Indonesia.


“Ini luar biasa, menunjukkan Jawa Tengah tetap menjadi lokasi investasi terbaik. Investasi didominasi industri karet, alas kaki, plastik, dan tekstil untuk PMA, sementara sektor makanan dan minuman menjadi unggulan di PMDN,” ujar Sakina di kantor DPMPTSP Jateng di jalan Mgr Sugiopranoto Pendrikan Kidul Semarang Selasa (21/10).


Selain nilai investasi yang tinggi, sektor padat karya di Jawa Tengah juga berhasil menyerap lebih dari 326.000 tenaga kerja.


Menurut Sakina, hal ini menunjukkan daya saing daerah yang kuat dalam menarik investasi sekaligus membuka lapangan kerja.


“Jika dibandingkan provinsi lain, penyerapan tenaga kerja Jateng berada di bawah DKI Jakarta, tetapi lebih tinggi dibanding Jawa Barat dan Jawa Timur,” tambahnya.

Keterbatasan Kawasan Industri Tak Jadi Hambatan

Sakina menjelaskan, capaian tersebut dicapai meski Jawa Tengah hanya memiliki sembilan kawasan industri aktif, jauh di bawah Jawa Barat yang memiliki lebih dari 140 kawasan dan Jawa Timur dengan lebih dari 15 kawasan.


“Upaya menarik investor tidak mudah, tapi kami terus membuka wilayah untuk kawasan peruntukan industri. Dengan kawasan industri, izin lingkungan seperti AMDAL, perpajakan, dan fasilitas lainnya lebih mudah,” jelasnya.


Kawasan industri seperti Kendal, Semarang, Batang, dan Demak menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi. Sementara di luar kawasan industri, Kabupaten Pemalang juga mulai menunjukkan pertumbuhan.


Untuk wilayah selatan, pemerintah provinsi mendorong pengembangan kawasan industri baru, di antaranya di Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purbalingga.


“Bagian selatan Jateng masih terbuka untuk pengembangan industri. Beberapa kabupaten sudah menyatakan minatnya,” ujar Sakina.