Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Cuaca Kota Semarang Tak Menentu, BMKG Jelaskan Penyebab dan Awal Musim Hujan

Forecaster Stasiun Meteorologi BMKG menjelaskan kondisi cuaca di Kota Semarang. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Dalam beberapa hari terakhir, warga Kota Semarang dibuat heran dengan kondisi cuaca yang sulit ditebak. Pagi hari langit tampak mendung, siang terasa panas terik, namun sore hingga malam sering turun hujan deras. Keadaan yang berubah-ubah ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah.


Forecaster Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, mengatakan bahwa saat ini wilayah Kota Semarang sedang berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.


“Pada masa pancaroba, perubahan cuaca memang terjadi dengan cepat dan tidak stabil. Jadi wajar kalau pagi mendung, siang panas, dan malam bisa hujan,” jelasnya saat dihubungi pada Selasa 21 Oktober 2025.


Menurut Winda, awal musim hujan di Semarang diperkirakan mulai terjadi pada akhir Oktober 2025, mengikuti pola umum sebagian besar wilayah Jawa Tengah. Namun, ia menekankan bahwa waktu datangnya musim hujan di tiap daerah berbeda-beda tergantung kondisi geografis masing-masing.


“Daerah pegunungan seperti Purbalingga, Banjarnegara, Batang, Pekalongan, dan Tegal bagian utara sudah lebih dulu mengalami hujan. Sedangkan wilayah pantura, termasuk Semarang, baru akan mulai mengalami musim hujan antara Oktober hingga November,” ujarnya.


Secara meteorologis, Winda menjelaskan bahwa angin di wilayah Jawa Tengah saat ini masih didominasi dari arah timur hingga tenggara, yang dikenal sebagai angin musim Australia, khas pada musim kemarau.


Namun, dalam waktu dekat, angin dari arah Asia yang membawa kelembapan tinggi diperkirakan mulai masuk dan menjadi tanda bergesernya musim ke hujan.


Selain faktor angin, terdapat pula gangguan atmosfer yang memperkuat potensi hujan beberapa hari terakhir.

“Saat ini terpantau adanya bibit siklon di barat Sumatera dan siklon tropis di barat laut Filipina. Selain itu, ada pula gelombang atmosfer Rossby yang melintas di Jawa Tengah, aktif sejak hari ini hingga 23 Oktober,” terang Winda.


Fenomena atmosfer tersebut dapat memicu peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, hingga tanggal 24 Oktober mendatang.


“Ibaratnya, ada ‘sesuatu’ yang lewat membawa hujan. Gelombang Rossby bergerak dari timur ke barat, sedangkan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) bergerak dari barat ke timur. Keduanya bisa saling berinteraksi dan memperbesar peluang hujan,” tambahnya.


BMKG memperkirakan musim hujan di Jawa Tengah akan berlangsung sekitar enam hingga tujuh bulan, dengan kondisi udara yang mulai lembap sejak pertengahan Oktober.


“Saat ini kelembapan udara di Semarang sudah cukup tinggi, menandakan atmosfer siap mendukung hujan yang lebih merata,” jelasnya.


Sebagai penutup, Winda mengimbau masyarakat agar mulai mempersiapkan diri menghadapi musim hujan, baik dari sisi kesehatan maupun kegiatan sehari-hari.


“Perubahan suhu yang ekstrem dalam sehari dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kesehatan dan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan,” pesannya.