Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Hari Pertama MPLS, SMAN 3 Semarang Usung Konsep Edukatif dan Humanis

Hari pertama MPLS SMA Negeri 3 Semarang terapkan kurikulum Nasional menggantikan Kurikulum Merdeka. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru, SMAN 3 Semarang memulai dengan konsep baru yang lebih ramah dan edukatif.


Mengusung semangat perubahan sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kegiatan MPLS tahun ini menitikberatkan pada peran aktif para guru serta pengenalan kurikulum nasional terbaru yang mulai diterapkan tahun ini.


Sekretaris Panitia MPLS dan staf kesiswaan SMAN 3 Semarang, Nur Subagyo menjelaskan bahwa konsep MPLS tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.


“Tahun ini kita sudah mulai menggunakan kurikulum nasional setelah sebelumnya menggunakan Kurikulum Merdeka. Salah satu perubahannya adalah guru terlibat lebih intensif, mengurangi dominasi OSIS dalam pendampingan kegiatan MPLS,” jelas Nur Subagio kepada wartawan diswayjateng.com, Senin 14 Juli 2025.


Pada MPLS tahun ajaran baru ini menghilangkan kesan berat yang sering melekat pada kegiatan MPLS, tahun ini SMAN 3 Semarang menerapkan pendekatan yang lebih sederhana dan humanis.


“Tidak ada lagi kewajiban membawa barang-barang aneh atau yang tidak perlu. Anak-anak cukup membawa kokart yang sudah kami desain, botol minum 1,5 liter, dan keperluan pribadi lainnya untuk kegiatan dari pagi sampai sore,” tambah Subagio.

Penerapan kurikulum nasional membawa sejumlah perubahan signifikan dari Kurikulum Merdeka. Salah satu yang menonjol adalah pergeseran kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi kegiatan kokurikuler.


“P5 itu dulunya berupa kegiatan khusus, tapi kadang memberatkan karena ekspektasi orang tua yang terlalu tinggi. Sekarang, P5 diganti jadi kokurikuler, artinya kegiatan itu mendukung pembelajaran akademik secara langsung,” jelasnya.


Subagyo mencontohkan proyek kolaboratif antar mapel seperti Fisika dan Biologi dalam menganalisis kulit pisang yang menyebabkan lantai licin. Dari aspek Fisika dikaji tentang gesekan, sedangkan dari Biologi membahas kandungan zat pada kulit pisang.


“Ini bentuk pembelajaran lintas disiplin yang mendalam dan aplikatif, bukan hanya teori di kelas,” terang Subagio.


Dalam kegiatan MPLS, SMAN 3 Semarang juga menggandeng berbagai pihak seperti Polrestabes, Kodim, dan Puskesmas. Mereka diundang untuk menyampaikan materi seputar kesehatan, wawasan kebangsaan, hingga tata tertib berlalu lintas, sesuai dengan silabus MPLS dari Dinas Pendidikan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube