Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Hari Pahlawan 2025, Pemkot Semarang Ajak Warga Bersatu Membangun Kota Menuju Indonesia Emas 2045

MEMBANGUN - Peringati Hari Pahlawan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin ajak masyarakat bersatu membangun kota. (dok Pemkot Semarang)

SEMARANG — Pemkot Semarang memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan menggelar upacara di Halaman Balai Kota Semarang. Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang hadir mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti, mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum memperkuat semangat kebersamaan demi percepatan pembangunan kota.


Menurut Iswar, nilai perjuangan para pahlawan tidak hanya dimaknai sebagai sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi untuk berkarya nyata di masa kini.


“Hari Pahlawan ini mengingatkan kita bahwa semangat kebersamaan adalah kunci kemajuan. Tidak boleh ada satu pun warga bangsa yang tertinggal dari arus pembangunan dan kesejahteraan,” ujarnya, Senin 10 November 2025. 


Ia menegaskan, semangat persatuan menjadi dasar penting untuk mewujudkan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dalam rencana jangka panjang, tahun 2045 ditargetkan sebagai “Indonesia Emas”, di mana seluruh masyarakat hidup makmur dan sejahtera.


“Lima tahun pertama menjadi langkah awal menuju Indonesia Emas 2045. Ini adalah cara kita melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan kerja nyata,” tambah Iswar.


Selain upacara, peringatan Hari Pahlawan juga dimeriahkan dengan Kirab Merah Putih Indonesia Bersatu dan Maju, yang digelar untuk kedua kalinya sejak 2022. Dalam kirab tersebut, peserta mengarak bendera merah putih sepanjang 1.945 meter melampaui rekor sebelumnya yang hanya 1.001 meter.


Sebanyak 1.245 meter bendera diarak dari Balai Kota menuju Lapangan Pancasila, Simpang Lima, sementara 700 meter sisanya dibentangkan di lokasi akhir.

Kirab ini melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur, termasuk pelajar, mahasiswa, pramuka, ormas, LSM, TNI-Polri, instansi pemerintah, hingga komunitas seni dan tokoh lintas agama. Kegiatan juga diwarnai penampilan marching band, barongsai, tarian tradisional, jaran kepang, dan busana adat Nusantara yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.


Tak hanya itu, acara ini turut mencatat rekor peserta terbanyak Goyang Tabola Bale versi Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), serta menampilkan Garuda Pancasila raksasa setinggi lima meter.


Menanggapi antusiasme warga, Iswar menyampaikan bahwa kegiatan kirab berpotensi dijadikan agenda tahunan Pemkot Semarang.


“Kalau masyarakat terus antusias, tidak menutup kemungkinan kirab ini menjadi agenda rutin. Hanya saja, waktunya perlu disesuaikan agar tidak mengurangi kekhidmatan upacara Hari Pahlawan,” katanya.


Iswar menutup dengan pesan agar semangat merah putih tidak berhenti pada simbol bendera semata, tetapi hidup dalam jiwa setiap warga.


“Bagi saya, merah putih bukan sekadar kain, tapi jiwa yang hidup dalam diri kita semua,” tuturnya.


Dengan semangat tersebut, Pemkot Semarang berharap peringatan Hari Pahlawan menjadi pengingat untuk terus membangun kota dan bangsa menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera. (adv)