Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Genangan Air dan Longsor Terjadi di Beberapa Wilayah di Semarang, Akibat Hujan Deras

Warga melintasi genangan banjir di jalan Kaligawe Kota Semarang akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa 21 Oktober 2025 sore. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah, sejak Selasa 21 Oktober 2025 sore hingga malam hari mengakibatkan genangan air dan longsor di sejumlah kawasan pada Rabu 22 Oktober 2025 pagi.


Beberapa titik di wilayah kota bahkan masih terendam hingga pagi akibat intensitas hujan yang tinggi dan sistem drainase yang belum berfungsi optimal.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas lebat memicu genangan dan tanah longsor di beberapa wilayah.


“Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa sore menyebabkan sejumlah titik tergenang dan menimbulkan longsor di beberapa lokasi,” ujar Endro saat dikonfirmasi, Rabu 22 Oktober 2025 pagi.


Menurut data BPBD Kota Semarang, sedikitnya terdapat delapan titik genangan dengan kedalaman air bervariasi antara 10 hingga 40 sentimeter.


Genangan tersebut terjadi di beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Kaligawe Raya, Jalan Padi Raya, Jalan Muktiharjo Raya, Jalan Truntum Tlogosari, Jalan Sidomukti Tlogosari, Jalan Sido Asih Tlogosari, dan Jalan Udan Riris Tlogosari.

Lebih lanjut Endro mengatakan, kondisi ini sempat mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di kawasan terdampak.


“Genangan di sejumlah ruas jalan jelas menghambat kelancaran arus lalu lintas. Kami mengimbau agar masyarakat menghindari area yang masih tergenang,” ujarnya.


Selain genangan air, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di daerah perbukitan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, serta di kawasan Jembatan Kalialang Lama, Kecamatan Gunungpati.


Tak hanya itu, angin puting beliung menumbangkan pohon yang kemudian menimpa sebuah rumah di Jalan Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur.


BPBD Kota Semarang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat seiring masuknya musim hujan.


“Kami mengimbau warga untuk mewaspadai tiga potensi bencana utama saat musim hujan, yakni banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Ketiganya menjadi perhatian serius bagi wilayah Kota Semarang,” tegas Endro.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube