SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang resmi mengukuhkan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Semarang Tahun 2025 dalam malam puncak yang digelar meriah di Gedung Ki Narto Sabdo.
Ajang ini guna menyiapkan remaja sebagai generasi emas menuju Indonesia 2045 yang diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdaldukkb) Kota Semarang.
Ajang GenRe ini melalui seleksi panjang yang diikuti oleh 120 remaja dari berbagai wilayah. Setelah melalui tahapan seleksi ketat, karantina, pembekalan, dan uji kemampuan, akhirnya terpilih dua duta terbaik, yakni Mikail Zefa dari Universitas Negeri Semarang dan Natasya Agmy dari Universitas Diponegoro
Keduanya dinilai unggul dalam kepribadian, kepemimpinan, public speaking, dan advokasi isu-isu strategis kependudukan serta ketahanan keluarga.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan bahwa Pemilihan Duta GenRe bukan hanya kompetisi semata, melainkan panggung penting untuk merayakan peran remaja dalam pembangunan.
"Indonesia sedang memasuki era bonus demografi. Ini adalah kesempatan emas yang hanya datang sekali. Tapi tantangan kita bukan hanya soal jumlah, melainkan kualitas generasi," kata Iswar, Sabtu 19 Juli 2025.
Iswar menyoroti pentingnya meningkatkan ketahanan keluarga dan literasi remaja terhadap isu-isu penting seperti pernikahan anak, stunting, kesehatan reproduksi, hingga perubahan iklim.
Ia juga menegaskan bahwa Program GenRe adalah gerbang utama dalam membentuk remaja yang sehat, matang secara emosional, dan siap berkontribusi nyata di masyarakat.
Iswar berpesan agar para pemenang dan finalis dapat menjadi role model tidak hanya saat tampil di panggung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
"Pemkot Semarang berkomitmen penuh mendampingi generasi muda menghadapi tantangan zaman. Edukasi keluarga akan diperkuat hingga tingkat RT/RW, termasuk kampanye anti pernikahan usia anak dan akses informasi kesehatan reproduksi remaja yang akurat dan ramah," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Agustina juga dikukuhkan sebagai Bunda GenRe Kota Semarang, sebagai bentuk komitmen mendalam terhadap pemberdayaan remaja.
Tahun ini, Pemilihan Duta GenRe mengangkat tema “Aksara Amoghapasa”, yang berarti lambang kekuatan karakter dan nilai budaya. Tema ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yakni membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya.
Malam puncak diwarnai penampilan seni budaya dari para finalis dan disambut antusias oleh orang tua, guru, relawan, juri, dan para mitra Disdaldukkb. Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi seluruh pihak yang telah menciptakan ekosistem positif bagi tumbuhnya remaja yang peduli dan berdaya.
Dengan terpilihnya Mikail dan Natasya sebagai Duta GenRe 2025, Kota Semarang menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia adalah prioritas utama, sejalan dengan pembangunan fisik kota. Dari remaja yang teredukasi lahir keluarga yang kuat, dan dari keluarga kuat, terwujud masa depan yang gemilang.