SEMARANG — diswayjateng.com - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air. Kali ini komitmen itu ditunjukkan melalui ajang SMK Skill Contest Regional DDS 3 Tahun 2025.
Acara ini diikuti oleh siswa-siswa terbaik dari 71 SMK binaan Yamaha yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai produsen sepeda motor ternama di Indonesia dan dunia, Yamaha tak hanya memberikan donasi berupa mesin dan perangkat teknologi terbaru, namun juga rutin menyelenggarakan lomba kompetensi seperti SMK Skill Contest.
Koordinator After Sales Department YIMM DDS 3 Semarang, Tigor Yudha Perkasa mengatakan, tidak hanya sebatas memberikan atau mendonasikan mesin sepeda motor, termasuk mesin sepeda motor dengan teknologi terbaru, Yamaha secara berkala juga menggelar kontes bagi siswa-siswa di SMK binaan tersebut.
"Kontes ini menjadi sarana evaluasi sejauh mana siswa memahami teknik pemecahan masalah saat sepeda motor mengalami gangguan,” ujarnya, 20 Mei 2025.
Ajang Kompetisi Siswa SMK di Jawa Tengah dan DIY
Dalam pelaksanaan tahun ini, setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirimkan satu siswa terbaik. Peserta dibagi dalam tiga kategori, Grade A yang diikuti 9 peserta, Grade B sebanyak 33 peserta dan Grade C ada 29 peserta.
Semua peserta wajib mengikuti tes teori awal, yang mencakup materi teknis sepeda motor dan teknologi Yamaha terkini. Dari tes tersebut, masing-masing grade akan dipilih enam peserta terbaik yang lanjut ke babak praktikum sesuai grade.
Untuk SMK Grade A, peserta yang lolos akan mengikuti materi tes berikutnya, yakni Troubleshooting. Sedangkan untuk siswa SMK Grade B akan lanjut pada sesi materi berikutnya, yakni Servis Berkala dan Pengukuran Cylinder Body Assy. Demikian juga untuk peserta yang masuk kategori SMK Grade C, juga akan melanjutkan sesi lomba dengan materi Servis Berkala dan Pengukuran Ignition Coil dan Cap Busi.
Menariknya, SMK Skill Contest 2025 juga melibatkan guru pendamping, khusus dari Grade A, dalam lomba tersendiri sebagai bentuk apresiasi dan penguatan sinergi antara Yamaha dan pihak sekolah.
"SMK Skill Contest kali ini tidak hanya siswa yang kami lombakan, tetapi para guru pendamping sekolah juga ikut kami lombakan. Namun untuk guru pendamping, kami hanya mengambil peserta dari SMK Grade A," papar Tigor.
Yamaha dan Dukungan Pendidikan Kejuruan di Indonesia
Melalui ajang seperti ini, Yamaha terus memperkuat hubungan dengan dunia pendidikan, khususnya SMK bidang teknik otomotif. Tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga implementasi keterampilan langsung yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif modern.