SEMARANG — Usai meninjau rumah roboh di Jalan Pedamaran Gang Buntu, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, , Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyempatkan diri untuk memborong sayuran yang akan dipasok ke dapur umum warga terdampak banjir
Ia langsung menuju ke lapak sayuran milik Bu Heni, Toko 124 Pasar Pedamaran Pecinan untuk kemilih sayur-sayuran untuk dimasak di dapur umum.
Langkah spontan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum yang melayani para korban banjir di sejumlah titik di Kota Semarang.
“Ini mumpung lihat sayur, karena di sana tinggal sedikit, saya beli sekalian supaya bisa dikirim ke posko-posko dapur umum. Setidaknya kebutuhan makan para pengungsi dan warga yang tidak bisa beraktivitas normal bisa terpenuhi,” ujar Agustina. Jumat 31 Oktober 2025.
Disaat banjir yang masih menggenangi beberapa wilayah di Kota Semarang, Agustina juga menginstruksikan tim kesehatan agar langsung turun ke lapangan mendatangi titik-titik banjir tanpa menunggu keberadaan posko resmi.
“Saya minta petugas kesehatan keliling saja. Enggak usah nunggu posko. Di mana ada banjir, di situ datang. Tujuannya biar masyarakat tetap terlayani,” tegasnya.
Selain itu, Agustina menyampaikan bahwa pihaknya bersama BNPB dan Kodim Semarang tengah berupaya membuka jalur air yang tersumbat dan menjadi penyebab lambatnya air surut ke laut.
“Tadi BNPB dan Pak Dandim memberi laporan, mereka sedang membuka saluran yang jadi penyebab air susah keluar ke laut. Di lokasi banyak sekali sumbatan, dan sekarang sedang dibersihkan,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Agustina juga menyoroti kondisi relawan dan ASN yang mulai kelelahan akibat terus berjibaku membantu warga sejak banjir melanda.
“Beberapa relawan dan ASN yang aktif di lapangan mulai kelelahan, bahkan ada yang sakit. Karena itu saya minta wilayah yang tidak terdampak untuk memberikan dukungan dan bantuan agar mereka bisa istirahat sejenak,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa aktivitas penanganan banjir tidak boleh berhenti, meski sebagian petugas harus bergantian untuk memulihkan tenaga.
“Teman-teman bisa istirahat sejenak, tapi kegiatan bantuan tidak boleh berhenti. Pemerintah Kota Semarang akan terus mengirim bantuan dan memantau kondisi masyarakat terdampak,” ujar Agustina.(sul)