Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Cerdas Cermat Wartawan Kota Semarang, Ketika Imam Bonjol dan Pattimura Bangkit di Antara Yel-Yel

Lomba Cerdas Cermat diikuti 30 Wartawan Kota Semarang untuk memeriahkan peringatan HUT ke 80 RI.

SEMARANG — Sorak sorai meledak di Hall Balai Kota Semarang, ketika sekelompok wartawan yang biasanya serius meliput sidang paripurna atau konferensi pers tiba-tiba berubah menjadi "pahlawan kemerdekaan" dadakan. Ada yang menjelma menjadi ‘Imam Bonjol’, ada pula yang semangatnya menyala seperti ‘Pattimura’.


Lomba Cerdas Cermat Wartawan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang benar-benar menyulut semangat luar biasa di antara para jurnalis. Sebanyak 30 wartawan dari Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) bertarung bukan dengan pena atau kamera, melainkan dengan otak dan kecepatan menekan tombol.


Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tingkat Kota Semarang, dan tidak sekadar seremonial. Ia menjadi jembatan antara Pemkot dan awak media penuh keakraban, gelak tawa, dan semangat kebangsaan.


Wali Kota Semarang, Agustina tak mampu menyembunyikan kekaguman. Ia yang biasanya tampil sebagai pemimpin dalam forum-forum resmi, hari itu justru menjadi penonton sekaligus pendukung paling semangat.


"Kalau biasanya teman-teman wartawan menyaksikan kami bekerja, kini giliran saya yang menonton teman-teman wartawan berkompetisi. Saya speechless, luar biasa semangatnya, tidak surut sedikit pun," ungkap Agustina sambil tertawa lepas, Jumat 8 Agustus 2025.


Ia menegaskan, lomba ini bukan sekadar bagian dari agenda tahunan, tetapi juga bentuk sinergi dan penghargaan terhadap peran wartawan di Kota Semarang.


"Cerdas cermat ini menjadi ruang edukatif, hiburan yang cerdas, sekaligus mempererat kebersamaan antara Pemkot dan Forwakot," tambahnya.


Wartawan dibagi ke dalam enam tim, dengan nama-nama makanan khas Semarang: Lunpia, Wingko Babat, Bandeng Presto, Nasi Glewo, Jamu Jun, dan Ganjel Rel. Sebelum bertanding, mereka mempersembahkan yel-yel unik dan kreatif.

Tak hanya soal wawasan kebangsaan dan sejarah kemerdekaan, para peserta juga diuji seputar Kota Semarang mulai dari nama camat, ikon kota, hingga kebijakan terbaru yang biasa mereka liput.


"Rasanya seperti balik ke bangku sekolah, tapi dengan rasa kebersamaan yang luar biasa," ujar Widy, wartawan Berita Satu yang tergabung dalam tim Wingko Babat.


"Semoga tahun depan digelar lagi, dan mungkin bisa lebih besar, mungkin antarredaksi atau antarkota. Ini cara cerdas merayakan kemerdekaan," imbuhnya.


Lomba dibagi dalam tiga babak yang terdiri dari pertanyaan Wajib, Lemparan, dan Rebutan. Yang paling mendebarkan adalah babak rebutan, terutama ketika Wali Kota Semarang sendiri membacakan pertanyaan. 


Baru setengah kalimat meluncur, para peserta sudah menekan bel, bersaing siapa cepat, siapa tepat.


Hall Balai Kota yang biasa menjadi tempat pelantikan atau konferensi pers hari itu berubah menjadi arena persaingan penuh semangat.


Tawa, teriakan dukungan, dan tepuk tangan memenuhi ruangan. Tak ada atasan atau bawahan, yang ada hanya semangat satu bangsa, satu semangat-semangat merdeka.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube