DEMAK — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Demak melakukan riset lapangan terkait pengendalian penyakit zoonosis dengan memanfaatkan ecoburner portabel sebagai inovasi pemusnah limbah biologis ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang.
Riset difokuskan pada penyakit leptospirosis yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah Demak. Tim melakukan penangkapan tikus di area permukiman maupun silvatik (alam liar).
Hasil tangkapan diperiksa di lapangan, organ dalam tikus diambil untuk penelitian lebih lanjut di laboratorium, sementara limbah biologis langsung dimusnahkan menggunakan ecoburner portabel.
“Kami melakukan uji pemanfaatan ecoburner portabel agar ke depan bisa menjadi standar dalam pemusnahan limbah biologis pada survei zoonosis, tanpa menimbulkan risiko baru bagi lingkungan,” jelas perwakilan BRIN dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi.
Alat ecoburner portabel dinilai efisien, mudah diaplikasikan di lapangan, serta mampu menjawab kebutuhan pemusnahan limbah biologis saat kegiatan penelitian jauh dari fasilitas kesehatan.
Selain melibatkan tim BRIN dan Puskesmas Bonang 1, kegiatan ini juga mengajak warga Desa Tridonorejo dalam upaya pengendalian populasi tikus. Partisipasi masyarakat dinilai penting karena keberhasilan pengendalian zoonosis tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Programer Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Dinas Kesehatan Demak, Cholid Efendi, menegaskan bahwa penggunaan ecoburner portabel memberi jaminan keamanan dalam pengelolaan limbah biologis.
“Kami ingin memastikan seluruh limbah dari survei zoonosis dikelola dengan aman. Ecoburner portabel menjadi solusi praktis di lapangan,” ungkapnya.
Melalui riset kolaboratif ini, BRIN berharap ecoburner portabel dapat menjadi teknologi pendukung riset zoonosis yang lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat strategi pengendalian leptospirosis di tingkat masyarakat.