Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Benilai 200 Juta Dolar AS, Pabrik Pengolahan Sampah Akan Dibangun di KEK Batang

MOU - Penandatanganan kerja sama antara PT Green Java Solution (Malaysia) dan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia) yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah
Sumarno
di Hotel Padma Semarang
Jumat malam 7 November 2025. (dok.)

SEMARANG — Pabrik pengolahan sampah, khususnya limbah elektronik dan plastik, akan segera dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, pada akhir 2025.


Nilai investasi proyek ini mencapai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,2 triliun.


Rencana investasi tersebut terungkap dalam penandatanganan kerja sama antara PT Green Java Solution (Malaysia) dan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia) yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Hotel Padma Semarang, Jumat malam 7 November 2025.


Kedua perusahaan berkolaborasi dalam solusi pengolahan limbah elektronik dan plastik dengan komitmen menghadirkan teknologi ramah lingkungan di lahan seluas 80 hektare.


“Kami sambut baik investasi ini dan akan difasilitasi perizinannya oleh DPMPTSP agar tidak sampai lepas,” ujar Sumarno.


Menurutnya, kehadiran investasi di sektor pengelolaan sampah diharapkan dapat menjadi pemicu bagi investor lain, termasuk dari Malaysia, untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.


Terlebih, kini telah tersedia penerbangan langsung Kuala Lumpur–Semarang yang memperkuat konektivitas antarnegara.


“Apalagi ini menyangkut pengelolaan sampah, termasuk sampah elektronik yang menjadi persoalan serius di Jawa Tengah,” tambahnya.


Sumarno berharap keberadaan industri tersebut dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.


Sementara itu, Director PT Green Java Solution, Nicholas, menargetkan ground breaking pabrik dilakukan pada Desember 2025, dan mulai beroperasi pada Juni 2026.


“Proyek ini akan menyerap sekitar 2.300 tenaga kerja pada tahap awal, dan ditingkatkan hingga 3.500 orang. Lahan yang kami siapkan sekitar 80 hektare,” ujarnya.

Nicholas menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Gubernur Jateng terkait kapasitas pengolahan limbah yang ditargetkan mencapai 100 juta ton per tahun.


“Kami berharap dukungan penuh dari Bapak Gubernur,” katanya.


Sementara itu, Komisaris Utama PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, menyebut investasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur pasca dibukanya rute penerbangan Kuala Lumpur– Semarang, serta rencana pembukaan Semarang – Singapura.


“Tugas kita memajukan investasi, perdagangan, dan pariwisata di Jateng,” ucap Kukrit.


Menurutnya, pihaknya juga menggandeng grup investasi besar dari Singapura, China, dan Malaysia, yang tidak hanya berkunjung tetapi langsung menandatangani kerja sama konkret di bidang pengolahan limbah elektronik dan plastik.


“Kami ingin investasi ini mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memancing investor lain datang ke Jawa Tengah. Harapannya, Jawa Tengah bisa menjadi salah satu ibu kota investasi di Indonesia,” ujar Kukrit.


Kerja sama ini mencakup investasi strategis jangka panjang dalam perencanaan induk, pembiayaan, konstruksi, operasional, serta penempatan PT Green Java Solution di Indonesia.


Proyek ini akan menjadi bagian dari Kawasan Industri INDOGreen seluas 150 hektare, dengan konsep zero waste to landfill (nol sampah ke TPA).


Pabrik ini akan mengusung solusi terpadu di lima sektor utama, teknologi enol sampah plastik dan konversi plastik. Ada pula solusi pemusnahan sampah umum dan medis terpadu menggunakan teknologi hijau enol bahan bakar, serta sistem pemulihan limbah elektronik bernilai tinggi dan pemrosesan sirkular.


Kemudian, pengolahan dan resirkulasi air limbah industri, energi terbarukan berkelanjutan mutakhir dan sistem penyimpanan & pengisian energi super kapasitor hijau.


Kemitraan ini ditujukan untuk memposisikan KEK Batang sebagai pusat keunggulan regional dalam teknologi lingkungan, pengurangan karbon, dan ekonomi sirkular, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta target nasional dekarbonisasi Indonesia

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube