SALATIGA — Sebanyak 10 rumah di kawasan Bendosari, Kumpulrejo, Salatiga diterjang angin puting beliung disertai hujan lebat, Rabu 22 Oktober 2025.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, hanya saja kerugian diperkirakan mencapai Rp100 jutaan.
Kondisi terparah terjadi di wilayah RT 06 RW 05, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo. Tak hanya rumah yang rusak dengan kondisi genting lepas dari kerangka, Gedung Kantor MTA serta pohon-pohon pun ikut tumbang.
Menurut penuturan warga Budi, sebelum angin puting beliung awalnya hujan. Namun secara tak terduga, tiba-tiba angin berputar sangat kencang. Atap rumah langsung terangkat dan berputar-putar, genting berjatuhan, disertai suara keras sekali hingga warga pun panik.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi DBD Kota Salatiga Wiryawan, menambahkan jika estimasi kerugian mencapai Rp100 jutaan.
"Untuk sebagian kerusakan sudah dilakukan pembenahan secara mandiri oleh warga secara gotong royong, sebagiannya lagi diperbaiki oleh pemilik rumah dengan memanggil tukang," ungkap Wiryawan di konfirmasi Wartawan Disway Jateng.
Kronologi Angin Puting Beliung
Ia membeberkan kronologinya, dimana angin bermula dari arah barat (Makam RW 006 Warak, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga).
Angin kemudian mengarah Timur Laut dan berdampak kepada beberapa rumah warga di Jl. Indraprasta RT 006 / RW 005 Bendosari, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Selain kerusakan rumah warga serta juga terdapat Gedung pertemuan MTA yang terdampak yakni atap Gedung Aula MTA, atap ruang Kantor dan plang Gedung MTA Roboh. Serta, sejumlah pohon yang tumbang.
Sementara, usai kejadian Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. meninjau dampak bencana puting beliung yang terjadi di Bendosari, Kumpulrejo.
Robby juga menyaksikan dari dekat rumah yang mengalami kerusakan fisik. Dalam kesempatan itu, Wali Kota memberikan bantuan perlengkapan serta logistik dari BPBD dan Dinas Sosial Kota Salatiga kepada rumah yang terdampak bencana.
Dalam suasana prihatin, Robby tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “alhamdulillah, kerusakan-kerusakan fisik yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” Ujarnya.
Sebelumnya, kejadian pohon tumbang usai hujan lebat mengakibatkan jalur Semarang-Solo tertutup di Jalan Fatimah, Blotongan, Salatiga.
Sejumlah petugas gabungan dikerahkan untuk membersihkan dan memotong dahan serta pohon yang melintang di badan jalan.
Terlihat BPPD Kota Salatiga, Satpol PP Kota Salatiga, Pemadam Kebakaran Kota Salatiga, Polres Salatiga dan Kodim 0714 dikerahkan untuk membersihkan Jalan Serta mengatur arus lalu lintas kembali normal.