Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Gandeng Dubes Inggris, Gubernur Jateng Siap Kembangkan Ekonomi Hijau

JALIN - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia
Dominic Jermey di Kantor Gubernur
Rabu 22 Oktober 2025. (dok.)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, beserta rombongan dari Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, British Council, dan Kamar Dagang Inggris di Indonesia. Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu 22 Oktober 2025.


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Pop-Up Embassy UK Goes to Central Java” yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Inggris.


Program ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama konkret di berbagai sektor strategis di Jawa Tengah.


“Senang sekali saya bisa mengunjungi Jawa Tengah. Ini adalah kunjungan resmi pertama saya ke Semarang dan saya berterima kasih atas sambutan hangat hari ini.


Kunjungan ini spesial karena kami membawa tim lengkap dari Kedutaan Besar Inggris sebagai bagian dari inisiatif Pop-Up Embassy,” ujar Dominic Jermey.


Ia menambahkan, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer baru-baru ini sepakat meluncurkan kemitraan strategis baru antara kedua negara.


“Kesepakatan ini membuka peluang besar bagi peningkatan hubungan dagang dan investasi Inggris-Indonesia, termasuk di Jawa Tengah,” jelasnya.


Dalam pertemuan tersebut, Dubes Inggris dan Gubernur Jateng membahas berbagai isu penting, antara lain pengembangan sumber daya manusia, manajemen bencana, transportasi perkotaan berkelanjutan, serta peluang kerja sama di sektor industri hijau.


Inggris disebut tertarik terhadap program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry sebagai Strategi Peningkatan Ekspor) yang digagas Pemprov Jateng.

“Tentu juga termasuk pengelolaan sampah dan energi terbarukan. Kami ingin memperdalam kemitraan antara Inggris dan Jawa Tengah demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Dominic.


Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut, pembahasan akan ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait, terutama dalam sektor ekonomi hijau, pengelolaan sampah, dan penguatan konektivitas logistik melalui pembangunan dry port di Batang.


Selain itu, kerja sama pendidikan juga menjadi sorotan. Dubes Inggris dijadwalkan mengunjungi beberapa kampus di Jawa Tengah, termasuk Universitas Diponegoro, untuk membahas program beasiswa dan pertukaran mahasiswa.


“Tidak kalah penting adalah isu pengelolaan sampah regional atau RDF. Dubes Inggris akan menurunkan tim untuk meneliti pengelolaan sampah plastik di Semarang,” ujar Ahmad Luthfi.


Gubernur juga memaparkan sejumlah potensi investasi lain seperti pengembangan tambak nila salin di kawasan pesisir seluas 72 hektare, serta potensi pariwisata di lebih dari 1.000 desa wisata dan destinasi unggulan seperti Borobudur dan Karimunjawa.


“Kami tawarkan berbagai peluang investasi dan kerja sama yang bisa dieksplorasi lebih lanjut oleh tim Kedutaan Besar Inggris,” tambahnya.


Berdasarkan data kinerja investasi Jawa Tengah, Inggris menempati posisi ke-20 sebagai negara asal investasi dengan nilai mencapai Rp486,05 triliun.


Sektor yang digarap meliputi industri kulit dan alas kaki, industri makanan, perdagangan dan reparasi, serta jasa perhotelan dan restoran.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube