Boyolali — ASY, siswa SD Negeri 1 Demangan Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali menjadi korban bullying di lingkungan sekolahan, hingga Minggu 2 November 2025, masih belum sadarkan diri.
Ibu korban Nurul, yang berkomunikasi dengan wartawan Disway Jateng bertugas di Boyolali melalui pesan whatsapp (WA) saat menunggu ASY di RS dr Sardjito Yogyakarta, meluapkan kesedihannya.
"Alhmdulillah selalu ada perkembangan baik setiap harinya, tapi untuk sadar masih belum," ungkap Nurul.
Nurul pun menyampaikan, tercatat hingga kini ASY telah dirawat di ruang PICU selama 10 hari.
"Saat ini, anak kami sudah pindah ke bangsal 5 hari," ungkapnya.
"Harapan kami, bisa melihat anak kami sehat pulih kembali seperti sedia kala. Kami minta pendampingan dari pihak terkait untuk bisa ikut bantu kesembuhan anak kami, kami masih menunggu itikad baik mereka (pelaku pembully ASY)," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SD Negeri 1 Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali diduga menjadi korban bullying di lingkungan sekolahan.
Akibat peristiwa tersebut, korban berinisial ANC kini harus menjalani perawatan intensif di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.
Kasus ini pertama kali diketahui pada Sabtu 18 Oktober 2025. Kepala SD Negeri 1 Demangan, Rini Puji Lestari, menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar hari itu berjalan seperti biasa. Siswa kelas 1–3 mengikuti pelajaran olahraga, sementara siswa kelas 4 beraktivitas di kelas bersama wali kelas masing-masing.
Kasus ini telah dilaporkan keluarga ASY ke Polres Boyolali dan telah ditangani Satreskrim. Bahkan sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan.