Wonosobo — Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menyambut 100 tahun Indonesia pada 2045.
Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin, termasuk yang berada dalam kategori miskin ekstrem.
Sasaran utamanya adalah anak-anak yang berisiko putus sekolah atau saat ini tidak melanjutkan pendidikan.
"Ini yang menjadi fokus utama. Setiap kementerian sudah mendapat tugas sesuai instruksi presiden. Gubernur dan bupati/wali kota pun menerima penugasan khusus dari Presiden," ujar Syaifullah Yusuf saat kunjungan kerja di Kabupaten Wonosobo, Minggu, 1 Juni 2025.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, pada 2025 terdapat 100 titik pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia.
Sebanyak 63 titik telah teken kontrak, dengan target renovasi rampung dan siap beroperasi pada Juli 2025.
Sekolah-sekolah ini diproyeksikan memiliki kapasitas 247 rombongan belajar (rombel), menampung total 6.105 siswa.
Sementara 37 titik lainnya masih dalam tahap survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan ditargetkan selesai renovasi pada bulan yang sama.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat di wilayahnya juga dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2025.
Pemerintah daerah terus mempersiapkan sarana dan prasarana pendidikan tersebut.
"Penyiapan fasilitas sekolah rakyat sesuai program pusat sudah berjalan. Masing-masing kabupaten sudah mengajukan dan melalui tahap verifikasi," jelas Luthfi.