Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ratusan Siswa Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Kebumen, Dinas Kesehatan Evaluasi Dapur

Puluhan siswa di Kebumen mendapatkan perawatan di Puskesmas seusai diduga keracunan MBG.

Kebumen — Ratusan siswa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis Kebumen usai menyantap makanan dari program nasional tersebut pada Kamis (25/9/2025). Hingga Jumat siang (26/9/2025), sebanyak 132 siswa telah terdata sebagai korban.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Iwan Danardono, menyatakan bahwa semua korban mendapat penanganan medis tanpa dikenakan biaya. Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan bagi para korban keracunan Makan Bergizi Gratis Kebumen diberikan secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Petanahan.


"Pasien tidak dibebankan biaya. Intinya, pasien ditangani gratis," ujar Iwan, Jumat (26/9/2025).


Iwan menyebut bahwa angka korban masih mungkin bertambah, mengingat proses pendataan dan pemeriksaan medis masih berjalan di lapangan. Saat ini, sebagian korban telah ditangani di rumah, sebagian lainnya dirawat inap di Puskesmas Petanahan dan PKU Muhammadiyah Petanahan.


"Untuk jumlah pastinya nanti masih ada pembaruan di malam hari," tambah Iwan.

Insiden keracunan Makan Bergizi Gratis Kebumen ini terjadi usai para siswa menyantap makanan dari program MBG, yang merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diluncurkan pada tahun 2025.


Menanggapi kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan, khususnya di dapur yang bertanggung jawab terhadap distribusi makanan MBG.


"Evaluasi tentu ada. Pertama, makanan harus sesuai standar, termasuk proses pengolahannya di dapur. Kedua, monitoring dari kami akan lebih diperketat dan dipersering," ujar Iwan.


Evaluasi tersebut mencakup standar keamanan pangan, sanitasi dapur, serta pengawasan distribusi makanan ke sekolah-sekolah. Dinkes Kebumen juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa peristiwa serupa tidak terulang.