Kebumen — Maulid Nabi di Kebumen diperingati secara khidmat dan meriah oleh ribuan Muslimat Al Kahfi serta anggota Jam'iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighoh (JPPPM). Kegiatan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen.
Peringatan Maulid Nabi di Kebumen kali ini digelar bersamaan dengan pertemuan triwulan JPPPM yang dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah. Juga hadir para pengasuh pondok pesantren se-Jawa Tengah, tokoh agama, serta ratusan santri dan masyarakat umum.
Bupati Lilis Nuryani menegaskan pentingnya transformasi santri dalam menjawab tantangan zaman. Maulid Nabi di Kebumen ini, menurutnya, bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan juga momentum refleksi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pesantren.
"Harapannya, para santri tidak hanya pandai mengaji, tapi juga siap menjadi pribadi yang mandiri dan kreatif. Mereka bisa membuka usaha sendiri untuk masa depan yang lebih baik," ujar Bupati Lilis Nuryani.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas santri, Pemerintah Kabupaten Kebumen meluncurkan program pelatihan pemasaran digital yang menyasar santri di berbagai pondok pesantren. Program ini bertujuan membekali santri dengan keahlian praktis yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini.
Pada peringatan Maulid Nabi di Kebumen ini, Bupati Lilis juga mengumumkan capaian terbaru dalam bidang sosial ekonomi. Ia menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kebumen berhasil turun dari 15,71 persen menjadi 13,58 persen pada awal September 2025. Penurunan sebesar 2,13 persen ini disebut sebagai yang tertinggi di Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, ini adalah penurunan tertinggi di Jawa Tengah. Ini berkat kerja keras seluruh elemen masyarakat," kata Bupati.
Meski capaian tersebut menggembirakan, Bupati mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk infrastruktur jalan, pengairan pertanian, dan fasilitas pendidikan keagamaan seperti madrasah dan pondok pesantren.
"Pemerintah masih punya banyak PR. Insyaallah nanti kami wujudkan. Saya tidak ingin memberikan janji palsu," tegasnya.
Maulid Nabi di Kebumen juga menjadi momen untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keislaman. Dalam sesi ceramah, Nawal Nur Arafah, istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, mengajak jamaah memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tapi juga meneladani perilakunya dalam kehidupan sosial," ujar Nawal di hadapan para Muslimat dan santri.