Cilacap —
Nelayan di perairan selatan Jawa Tengah diminta waspada. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap memprediksi gelombang akan mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter.
Peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah ini disampaikan Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo akan berlaku dalam beberapa hari ke depan. Teguh menambahkan, kondisi ini dipicu oleh kecepatan angin yang signifikan.
“Kami memprediksi kecepatan angin di perairan selatan Cilacap akan cukup tinggi mulai Senin (8/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025),” ujar Teguh, seperti dilansir dari Radarbanyumas.disway.id.
Kondisi cuaca di wilayah perairan tersebut, tambah Teguh, juga akan diselimuti awan tebal. Suhu permukaan air laut diperkirakan mencapai 27 derajat Celsius.
Beberapa nelayan dengan perahu berukuran kecil tetap nekat melaut meskipun ada peringatan dini. Sepeti diakui Ranto, nelayan asal Tegalkamulyan, tetap mencari ikan meski tidak terlalu jauh dari bibir pantai.
“Kami tetap melaut, tapi tidak berani terlalu jauh. Paling cuma di sekitaran sini saja, yang penting bisa dapat ikan untuk makan sehari-hari,” katanya.
BMKG juga menjelaskan bahwa fenomena ini salah satunya dipicu oleh Siklon Tropis Nongfa (18.3°LU 114.3°BT) di Laut Cina Selatan (timur Pulau Hainan).
Siklon ini meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang di pola angin wilayah Indonesia, terutama bagian utara umumnya bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan angin berkisar 6 - 22 knot.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Banten.
Peringatan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat, terutama para nelayan dan operator kapal, untuk selalu waspada dan memprioritaskan keselamatan saat beraktivitas di laut. Masyarakat diimbau untuk memantau terus informasi cuaca terkini dari BMKG.