Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Longsor dan Banjir Terjang Cilacap, 41 KK Mengungsi 239 Rumah Terendam

Petugas gabungan mengevakuasi sejumlah warga yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem di wilayah Kecamatan Bantarsari.(Budy Setyawan untuk Radarmas)

Cilacap — Longsor dan banjir menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Cilacap. Hal ini dipicu hujan deras sejak Sabtu (8/11) hingga Minggu (9/11) yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Cilacap. 


Dari bencana ini, setidaknya 239 rumah terendam dan 41 KK atau 74 jiwa terpaksa mengungsi. Hal ini sebagaimana data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap.


Seperti dilansir dari radarbanyumas, banjir terjadi di Desa Ujunggagak Kecamatan Kampunglaut, Padangjaya Kecamatan Majenang dan Sidamulya Kecamatan Wanareja. Selain itu juga melanda Mandala Kecamatan Cimanggu, Panulisan Barat Kecamatan Dayeuhluhur, dan Bantarsari Kecamatan Bantarsari. 


"Selain merendam permukiman, banjir juga mengenai fasilitas umum, seperti satu masjid, satu balai desa, dan dua sekolah. Lahan pertanian seluas dua hektare ikut tergenang," kata Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, Selasa 11 November 2025.


Adapun tanah longsor menerjang tujuh desa di Kecamatan Dayeuhluhur, Majenang, Karangpucung, dan Cimanggu. Empat rumah mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sementara mencapai Rp 114,5 juta, sementara dua rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

"Longsor juga memutus enam ruas jalan kabupaten dan satu jalan nasional di wilayah barat Cilacap," lanjutnya. 

Taryo menyebut penyebab utama bencana ini adalah hujan dengan intensitas tinggi, kondisi tanah labil, dan saluran irigasi yang kurang memadai.


"Wilayah terdampak yang berada di cekungan dan dataran tinggi memiliki risiko tinggi terjadi longsor susulan apabila hujan kembali turun lebat," tandasnya.


Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik Budy Setyawan menambahkan, upaya tanggap darurat sudah dilakukan BPBD, Forkompincam, TNI/Polri, dan relawan. Evakuasi dilakukan untuk warga yang rumahnya terendam cukup parah di Desa Sidamulya. 


"Bantuan logistik darurat juga telah disalurkan oleh BPBD, Dinsos PP & PA, serta PMI. BBWS Citanduy menurunkan alat berat untuk penanganan longsor," ujarnya.