Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Barantin Periksa Kesehatan 1.138 Sapi Impor Australia di Pelabuhan Cilacap

Ribuan sapi impor asal Australia saat turun dari dermaga pelabuhan Tanjung Intan
Cilacap
Jawa Tengah untuk di karantina oleh badan Karantina Jateng-Istimewa/ Umar Dani

Cilacap — Sebanyak 1.138 ekor sapi perah impor asal Australia tiba di Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Intan, CILACAP, Jawa Tengah. 


Untuk memastikan kesehatan dan keamanannya, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Jawa Tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sapi-sapi berjenis Friesian Holstein tersebut.


Kepala Karantina Jateng, Sokhib, menjelaskan bahwa seluruh sapi asal Australia saat datang dalam kondisi bunting 3-4 bulan


Menurut Sokhib, kondisi sapi cukup stabil untuk menempuh perjalanan laut yang memakan waktu sembilan hari dari dermaga Portland, Australia, hingga tiba di Cilacap pada 15 Mei pukul 11.00 WIB.


Sapi-sapi tersebut akan digunakan sebagai bibit sapi perah.


"Setibanya di pelabuhan, seluruh sapi langsung menjalani serangkaian tindakan karantina berupa pengasingan, pengamatan, dan perlakuan oleh petugas di Instalasi Karantina Hewan Cilacap," ujar Sokhib saat melakukan peninjauan langsung.

Sokhib menjelaskan, tindakan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. 


Dalam pasal 72-73 disebutkan bahwa tindakan pengasingan diperlukan untuk pengamatan, pemeriksaan klinis atau laboratoris, serta tindakan perlakuan lainnya.


"Pengamatan dilakukan untuk mendeteksi gejala Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) selama masa pengasingan. Masa karantina disesuaikan dengan masa inkubasi dan karakteristik penyakit hewan," jelasnya.


Sokhib menambahkan, tindakan preventif yang akan diberikan meliputi vaksinasi Lumpy Skin Disease serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).


 Selain itu, sapi juga akan diuji laboratorium untuk mendeteksi sejumlah penyakit seperti Brucellosis, Enzootic Bovine Leukosis, Paratuberculosis, Bovine Viral Diarrhea, serta monitoring terhadap PMK dan parasit darah.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube