Kebumen — Setelah menyandang status sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah, Kebumen kini mulai bangkit. Angin segar berhembus saat data terbaru menunjukkan penurunan signifikan angka kemiskinan di wilayah selatan Jawa Tengah itu.
Dalam dialog terbuka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Pendopo Kabumian, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengumumkan bahwa tingkat kemiskinan di wilayahnya berhasil ditekan dari 15,71 persen pada 2024 menjadi 13,58 persen di 2025.
"Alhamdulillah penurunannya mencapai 2,13 persen. Ini berkat dukungan semua pihak, dari Pak Gubernur, OPD, dan semua yang telah bekerja keras luar biasa," ungkap Lilis.
Capaian ini bukan sekadar angka. Kebumen kini resmi keluar dari daftar kabupaten termiskin di Jawa Tengah, menandai keberhasilan pemerintah daerah dalam mengelola berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
Menurut Bupati Lilis, penurunan ini tidak hanya hasil dari program formal pemerintah, tetapi juga buah dari sinergi antara birokrasi, tokoh masyarakat, dan partisipasi aktif warga.
"Ini adalah kemenangan bersama. Tapi kerja kita belum selesai," ujar Lilis.
Gubernur Ahmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pemkab Kebumen, sembari menekankan bahwa pembangunan daerah harus berjalan secara kolektif, bukan sektoral.
"Membangun Jawa Tengah tidak bisa dilakukan secara parsial atau ego sektoral. Semua harus berkontribusi," kata Gubernur Luthfi.