Kebumen — Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren (PP) Al Falah di Desa Sumberadi, Kabupaten Kebumen. Ribuan santri, ulama, dan masyarakat umum berkumpul dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Haul ke-7 Al Maghfurlah KH Musyaffa’ Aly, pendiri pesantren tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir memberikan sambutan dan pesan kebangsaan. Ia menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng kedamaian di tengah dinamika sosial yang terjadi belakangan ini, baik di Jawa Tengah maupun di tingkat nasional.
"Ini adalah dinamika yang harus kita jalani sebagai umat Islam. Jawa Tengah memiliki 5.900 pondok pesantren, termasuk Al Falah. Pondok pesantren adalah benteng garda terdepan untuk memberikan kedamaian kepada umat," kata Ahmad Luthfi.
Menurut Luthfi, pondok pesantren tidak hanya tempat menimba ilmu agama, tapi juga pusat pembentukan karakter dan penyemaian nilai-nilai kebangsaan.
Ia mengajak para kiai, gus, dan pengasuh pesantren untuk merapatkan barisan, memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada masyarakat, dan menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
"Modal utama kita adalah kerukunan, gotong royong, dan tepo seliro. Itulah wajah Jawa Tengah yang harus kita pelihara," lanjut Luthfi.
Tak hanya menyampaikan pesan damai, Luthfi juga memberikan nasihat tajam namun santun kepada pejabat publik. Ia mengingatkan agar para pemimpin tidak bersikap adigang adigung adiguna, sebuah istilah Jawa yang merujuk pada perilaku arogan, merasa paling kuat, pintar, dan berkuasa.
"Pejabat harus duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan masyarakat. Masyarakat adalah tuan bagi kita untuk kita layani, sehingga tidak ada masyarakat yang tersakiti," tegasnya.
Dalam acara yang penuh nuansa spiritual tersebut, Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni, terutama di tahun-tahun politik dan era media sosial yang rawan konflik naratif.
Turut mendampingi Gubernur dalam acara tersebut antara lain: Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Bupati Zaeni Miftah, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat lokal.