Kebumen — Sekolah Rakyat Kebumen resmi beroperasi pada awal Oktober 2025 ini di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Pejagoan. Sekolah berbasis pendidikan inklusif ini memberikan fasilitas pendidikan gratis dan berasrama bagi 100 siswa dari keluarga kurang mampu.
Sebanyak 53 siswa laki-laki dan 47 siswa perempuan menjadi angkatan pertama Sekolah Rakyat Kebumen, seluruhnya berasal dari keluarga penerima bantuan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 dan 2.
Pendidikan di sekolah ini tidak hanya gratis, tetapi juga menyediakan asrama, perlengkapan belajar, serta fasilitas penunjang lain.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menyatakan, bahwa Sekolah Rakyat Kebumen hadir untuk menjawab kebutuhan pendidikan setara, terutama bagi anak dari keluarga miskin. Ia meminta dukungan penuh dari para orang tua agar anak-anak nyaman bersekolah.
"Nanti anak-anaknya diberi semangat, karena pasti masih canggung. Tolong diberi dukungan agar betah dan nyaman di sini," ujar Bupati Lilis.
Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kebumen, Yunita Prasetyani menjelaskan, bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berlangsung selama 14 hari.
"Kami menyiapkan guru, wali asuh, wali asrama, hingga dukungan Tagana untuk urusan dapur umum, keamanan, dan kebersihan, supaya anak-anak betah," kata Yunita.
Sekolah Rakyat Kebumen memberikan fasilitas lengkap, termasuk ruang belajar yang dilengkapi teknologi dasar, laboratorium, dan fasilitas olahraga. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari makan hingga perlengkapan sekolah, disediakan oleh pemerintah daerah dengan dukungan Kementerian Sosial.
Meski saat ini baru memiliki 100 siswa, pemerintah Kebumen menargetkan kapasitas Sekolah Rakyat meningkat menjadi 1.000 siswa. Lokasi permanen di Kecamatan Buayan dengan lahan seluas 7 hektar tengah disiapkan untuk mewujudkan target tersebut.
Sekolah Rakyat Kebumen menjadi rintisan C1 ke-12 di Jawa Tengah. Dengan konsep pendidikan gratis dan inklusif, sekolah ini diharapkan menjadi model pemberdayaan pendidikan yang merata untuk anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.
"Harapannya, ini menjadi contoh yang dapat direplikasi di daerah lain," tambah Yunita.
Dengan resmi dibukanya Sekolah Rakyat Kebumen, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam menyediakan akses pendidikan gratis berkualitas untuk semua lapisan masyarakat.