Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wabup Suyono Jemput Dua Anak Batang Korban Penyekapan di Boyolali

Wakil Bupati Batang Suyono

BATANG — Wakil Bupati Batang, Suyono, bergerak cepat setelah mendengar kabar dua anak asal Batang disekap dalam kondisi memilukan di Boyolali.


Selasa, 15 Juli 2025, ia memastikan akan turun langsung menjemput kedua korban dan membawa mereka pulang untuk memulai hidup baru.


Anak-anak yang berasal dari Desa Klidang Wetan, Kecamatan Batang, ini sebelumnya ditemukan dalam keadaan kaki dirantai, kelaparan, dan tidak disekolahkan.

Suyono menyebut keduanya layak mendapatkan masa depan yang lebih baik.


“Hari ini saya mau ke sana, kalau bisa saya bawa pulang. Saya sudah siapkan tempat untuk mereka mondok dan melanjutkan pendidikan,” ujar Wabup Suyono di Batang.

Ia memastikan akan membiayai seluruh kebutuhan mereka hingga selesai sekolah.


Tak hanya soal pendidikan, Pemerintah Kabupaten Batang juga akan mendampingi secara psikologis untuk menghapus trauma kedua anak itu.


Dinas Sosial Kabupaten Batang dilibatkan penuh dalam proses pemulangan dan rehabilitasi.


Bagi Suyono, ini bukan sekadar urusan birokrasi. Ini soal nurani.


Ia merasa bertanggung jawab karena dua bocah itu adalah warga Batang yang harus dibela dan diselamatkan.


“Karena orang tuanya salah satu sudah meninggal dan ibunya di Jakarta, ya kita sebagai warga Batang harus turun tangan,” tegasnya.


Ia bahkan sudah menghubungi pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, sebagai tempat baru untuk keduanya belajar.


Suyono berencana menanggung seluruh biaya pondok dan pendidikan dua anak tersebut.

“Insyaallah saya yang biayai. Tempatnya sudah saya komunikasikan tadi pagi,” ujarnya.


Kasus ini terungkap secara mengejutkan setelah salah satu anak, Muhammad Al Fajar (11), ketahuan mencuri kotak amal di Masjid Darussalam Boyolali.


Namun, saat ditanya alasannya mencuri, jawabannya justru membuat semua orang terdiam.


“Saya mau beli makanan untuk adik saya yang kelaparan,” katanya.


Dari pengakuan itu, warga kemudian mengantarnya pulang dan menemukan tiga anak lainnya dalam kondisi mengenaskan di rumah SP (65).


Faris, warga setempat yang mengantar Fajar pulang, langsung melapor ke perangkat desa setelah melihat anak-anak itu dirantai dan tidur tanpa alas.


“Melihat kondisinya begitu memprihatinkan, saya langsung lapor,” ujar Faris, saksi mata kejadian tersebut.


Dua anak korban asal Batang disebut telah dititipkan ke rumah SP selama dua tahun tanpa pernah dijenguk orang tua.

Salah satu dari mereka bahkan harus mengais makanan hanya dari singkong rebus.


Wakil Bupati Suyono menyebut pentingnya pendampingan trauma agar kedua anak dapat memulihkan diri secara utuh.


Dinas Sosial akan turun tangan penuh, mulai dari penjemputan, pengasuhan, hingga rehabilitasi.


Dengan tindakan ini, Suyono ingin memastikan bahwa Pemkab Batang hadir nyata dalam setiap persoalan warganya.


“Ini tugas kemanusiaan. Kita harus hadir untuk mereka,” tegas Suyono.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube