Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tegal Tea Fiesta 2025 Sukses Digelar, Lestarikan Budaya dan Dorong Ekonomi Lokal

NGETEH BARENG - Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono dan Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro saat menikmati teh dalam acara pembukaan Tegal Tea Fiesta Tahun 2025 di Jalan Pancasila.

TEGAL — Gelaran Tegal Tea Fiesta 2025 yang dihelat di Jalan Pancasila, Kota Tegal, pada Jumat, 4 Juli 2025 lalu, berlangsung sukses besar. Festival yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, ini mampu menyedot antusiasme ribuan masyarakat selama tiga hari penyelenggaraannya. Tak hanya warga Kota Bahari, pengunjung dari daerah sekitar pun turut membanjiri area pameran.


Ini adalah kali kedua Tegal Tea Fiesta digelar, setelah sempat vakum akibat Pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Menurut K. Anam Syahmadani yang melaporkan dari lokasi, festival ini mengusung pendekatan kultur dan budaya teh yang kuat. Berbagai acara menarik disuguhkan, mulai dari pameran teh, bazar makanan dan UMKM, gelar wicara, pertunjukan musik, hingga seni rupa.


Dalam sambutannya, Sekda Agus Dwi Sulistyantono menegaskan potensi besar Kota Tegal di sektor ekonomi kreatif, kuliner, dan pariwisata. Ia menyebut festival ini sebagai bentuk konkret upaya bersama dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan kekayaan budaya serta potensi lokal.


"Festival ini tidak sekadar menyajikan makanan dan minuman, namun juga menghidupkan kembali tradisi minum teh. Ini telah menjadi warisan budaya yang sarat makna, baik dari sisi sosial, kesehatan, maupun kebersamaan," ujar Agus, sembari menekankan peran festival sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya minum teh.


KEAKRABAN DAKAM SECANGKIR TEH 


Ketua Penyelenggara Tegal Tea Fiesta, AM Erwindho Hascaryo, menyoroti filosofi teh sebagai minuman yang melambangkan keakraban. "Kata teh tidak dapat dilepaskan dengan kata keakraban. Itu poin pentingnya," ungkap Erwindho. 

Ia menambahkan bahwa teh selalu hadir dalam berbagai jamuan, dari tingkat kampung hingga kenegaraan. Beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok, dan Srilanka masih menjaga tradisi minum teh dengan ritual khasnya.


Di Indonesia, teh telah mendobrak sekat dan melebur menjadi budaya minum yang memasyarakat. Erwindho menjelaskan, kebiasaan minum teh diduga berasal dari Tiongkok, kemudian menyebar ke Jepang dan Eropa. Teh pertama kali masuk Indonesia pada 1684 berupa biji yang dibawa oleh Andrea Cleyer asal Jerman, yang ditanam sebagai tanaman hias di Jakarta. 


Baru pada 1826, tanaman teh berhasil ditanam di Kebun Raya Bogor.

Bagi masyarakat Tegal, teh bukan hanya bahan baku minuman, melainkan juga cindera mata. Hal ini menunjukkan bahwa teh telah menjadi budaya yang tak terpisahkan dari kehidupan warga Kota Bahari dan sekitarnya. 


"Masyarakat Tegal layak berbangga, karena hampir semua merek teh terkenal di seluruh Indonesia diproduksi di Tegal," kata Erwindho.


Ia berharap festival ini menjadi pengingat akan kekayaan budaya yang harus terus dilestarikan. "Maraknya kedai kopi yang menjamur di Kota Tegal, akhir-akhir ini, bukanlah ancaman, tapi justru semakin mengingatkan betapa teh menjadi yang utama," papar Erwindho.

Penyelenggaraan Tegal Tea Fiesta ini juga memberikan dampak langsung pada pergerakan transaksi UMKM. "Tegal Tea Fiesta adalah alternatif event yang mempunyai peran melestarikan budaya, mengangkat potensi kepariwisataan, dan ekonomi daerah," pungkas Erwindho. 


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube