BATANG — Langit kampung RT 4 RW 2, Kelurahan Denasri Kulon, Kecamatan Batang, berubah menjadi merah putih menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia (RI).
Sepanjang 250 meter jalan kampung dipayungi bendera merah putih.
Bendera itu bukan sekadar hiasan, melainkan hasil gotong royong warga yang menjahit sendiri kain merah putih selama tiga hari penuh.
“Kita beli bahan, jahit sendiri, lalu pasang bersama-sama dari sore sampai malam. Ide ini muncul saat rapat warga. Semangatnya nasionalisme murni, ingin memeriahkan HUT RI,” kata Abdul Ghofur, Ketua RT 4 RW 2 saat diwawancara, Senin 11 Agustus 2025
Biaya pembuatan mencapai Rp5 juta, seluruhnya berasal dari swadaya 80 kepala keluarga di lingkungan tersebut.
“Kita rakyat Indonesia, lebih baik mengibarkan bendera merah putih, tidak ikut-ikutan yang viral bendera one piece itu. Rencananya tahun depan kita lebarkan dan pasang hingga ujung jalan,” ujarnya sambil tersenyum.
Pemasangan bendera panjang ini bukan satu-satunya cara warga merayakan kemerdekaan.
Menurut Ketua Panitia HUT RI, Fachrur Rozi, rangkaian acara tahun ini penuh warna dan kebersamaan.
“Selain kreasi bendera dan umbul-umbul, kita adakan lomba, jalan sehat, dan pasar jajan gratis. Malam tirakatan kita isi doa tahlil untuk para pahlawan, dilanjut makan bersama,” jelasnya.
Lomba-lomba yang digelar pun unik dan meriah, mulai dari cantel caping, goyang kursi, karaoke, hingga pembagian hadiah sembako.
Khusus pasar jajan gratis, setiap rumah menyediakan makanan yang bisa dinikmati siapa saja tanpa membayar, menciptakan suasana hangat dan inklusif bagi seluruh warga.
Perayaan ini membuktikan, di tengah derasnya arus tren dan hiburan digital, semangat gotong royong dan kecintaan terhadap merah putih masih kokoh di hati masyarakat.