Pekalongan — Menyambut bulan Muharram sekaligus dalam rangka peluncuran Gerai Torch di Kota Pekalongan, Torch memberikan santunan kepada belasan anak yatim usia pelajar pada acara peluncuran gerai Torch di Jl. Urip Sumoharjo Kota Pekalongan. Sabtu 5 Juli 2025.
Torch memberikan tas dan uang tunai kepada masing-masing anak yatim, sebagai bekal persiapan mereka untuk kembali masuk sekolah, ditahun ajaran baru 2025.
"Kita terbiasa setiap buka toko, kita memang berbagai rezeki kepada adek-adek yang yatim, kita ingin memberitahu bahwa entrepreneurial sekarang bukan milik orang kaya, siapapun bisa membangun mimpinya dan bisa dimulai lewat online," terang CEO Torch, Ben Wirawan.
Anak-anak yatim yang hadir sempat melihat berbagai koleksi Torch yang ada di galerinya. Mereka tampak senang karena yang biasanya harus menampung dan membeli tas di pasar saat tahun ajaran baru sekolah, namun kini mendapatkan tas baru dari Torch Pekalongan.
"Saya bahagia dan senang, tadi dapat uang dan tas dari Torch, terima kasih buat Torch," ungkap Muhammad Nukman, salah seorang penerima santunan dari Torch.
"dapat tas sama uang santunan, alhamdulillah cukup membantu. Semoga semakin berjaya, berkembang dan langgeng kedepannya," kata Ifa, saat menemani buah hatinya menerima bantuan tas.
Torch berharap gerai yang baru dibuka ini bisa mendekatkannya kepada konsumen di Kota Batik ini, yang selama ini hanya bisa membeli melalui toko online, kini bisa langsung datang ke gerai Torch.
Menurut CEO Torch, Ben Wirawan, Pekalongan dipilih karena kekuatan pasar mudanya yang aspiratif dan dinamis.
“Kita lihat dari data penjualan online, Pekalongan punya potensi besar,” ujarnya
Gerai ini dirancang dengan konsep O2O (Online to Offline), yang memungkinkan pelanggan mencoba langsung produk seperti traveling backpack, daily bag, hingga jaket perjalanan. Tak sekadar display, toko ini menjadi eksperimen gaya hidup digital-fisik, karena separuh pembelian pelanggan Torch kini datang dari kanal online. (*)