BATANG — Sejumlah aspirasi muncul saat Bupati Batang, M Faiz Kurniawan dalam kegiatan Sambang Desa 'Menuju Desa Mapan Berbudaya dan Berkualitas' di Desa Jatisari, Kecamatan Subah.
Beberapa aspirasi yang muncul antara lain keinginan guru PAUD untuk diakui sama seperti guru lain.
Ada juga aspirasi agar ada Universitas atau perguruan tinggi asli Batang di lokasi sekitar Pantura.
Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus kebahagiaan bisa bersilaturahmi langsung dengan warga Jatisari.
“Ini sebuah kebahagiaan bagi saya pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Batang dapat bersilaturahmi langsung dengan Bapak-Ibu semua,” ujar Faiz, Rabu 3 September 2025.
Menurutnya, sambutan hangat warga menjadi energi positif untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan diri dengan masyarakat.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi wujud nyata komitmen mendengarkan langsung aspirasi warga,” tegasnya.
Faiz menekankan bahwa kegiatan Sambang Desa merupakan ruang silaturahmi, dialog, dan wadah untuk menyerap harapan masyarakat.
Ia ingin mendengar langsung kebutuhan, tantangan, hingga impian warga agar bisa menjadi dasar kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Semua masukan ini sangat berharga sebagai landasan bagi kami dalam merumuskan program yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Bupati meyakini, kemajuan Kabupaten Batang tidak mungkin terwujud tanpa kemajuan desa.
“Desa Jatisari memiliki potensi besar untuk menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Dalam kegiatan Sambang Desa, Pemkab Batang menghadirkan berbagai pelayanan publik terpadu dengan konsep jemput bola.
Mulai dari donor darah, cek kesehatan gratis, hingga layanan Keluarga Berencana tersedia bagi masyarakat.
Selain itu, layanan administrasi kependudukan, pajak, dan Samsat Keliling juga dihadirkan untuk mempermudah warga mengurus kewajiban dan dokumen penting.
Tak hanya itu, Pemkab Batang membuka bazar UMKM, layanan lowongan kerja, serta konsultasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku usaha.
Ada pula penyerahan sertifikat massal tanah untuk memberikan kepastian hukum kepemilikan kepada warga.
Bagi anak-anak, pemerintah menghadirkan perpustakaan keliling sebagai sarana edukasi.
Warga juga bisa menikmati hiburan berupa live musik, tari tradisional, dan senam aerobik bersama.
“Semua pelayanan ini kami hadirkan untuk masyarakat agar semakin dekat, mudah dijangkau,
sekaligus memberi hiburan,” kata Faiz.