Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ribuan Warga Batang Tumpah Ruah di Kirab Merah Putih, Ikrarkan Ini

Kirab merah putih di Kecamatan Warungasem di Kabupaten Batang

BATANG — Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah di Balai Desa Masin, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, dalam Kirab Merah Putih, Jumat 26 September 2025.


Kirab yang dipusatkan di Kanzus Sholawat ini menjadi pernyataan terbuka bahwa kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga di Bumi Batang.


Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Batang, Darsono, menegaskan bahwa Kirab Merah Putih tidak boleh dianggap sebatas acara seremonial tahunan.


“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan panggilan jiwa untuk mengikrarkan sumpah setia kepada NKRI,” tegas Darsono.


Menurutnya, Kirab Merah Putih adalah wujud nyata semangat nasionalisme yang tidak pernah padam sekalipun zaman terus berganti.


Dalam kesempatan itu, Darsono menyoroti tema besar Kirab Merah Putih tahun ini, yakni Bobot cinta kepada NKRI tergantung pada kecintaan terhadap tanah air.


Ia menekankan, cinta tanah air bukan hanya slogan kosong yang diucapkan di atas panggung.


“Cinta tanah air diwujudkan dengan merawat lingkungan, menjaga kerukunan antarwarga, serta membangun kemakmuran bagi generasi mendatang,” ujarnya.


Darsono juga mengingatkan jasa para tokoh Batang yang turut mewarnai perjuangan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

“Sejarah adalah kompas masa depan, dan para pelajar, mahasiswa, serta santri adalah pewaris sejarah itu,” tambahnya.


Kirab Merah Putih tahun ini juga dipandang sebagai momentum mempererat persatuan sekaligus penangkal polarisasi yang kerap merusak tenunan kebangsaan.


Hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, mahasiswa, pelajar, hingga santri.


Kehadiran lintas elemen itu menjadikan Batang seakan tampil sebagai miniatur Indonesia, kuat karena perbedaan justru menyatu dalam bingkai persatuan.


“Ini bukti bahwa nasionalisme di Batang bukan sekadar kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata dan ikatan batin yang mendalam,” ujar Darsono lagi.


Darsono menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh masyarakat Batang berperan sebagai duta persatuan.


“Tugas kita bersama adalah menjaga warisan nasionalisme ini, agar tetap hidup dan diturunkan kepada generasi selanjutnya,” katanya penuh penekanan.


Kirab Merah Putih di Batang pun tidak hanya menjadi arak-arakan bendera, tetapi juga pernyataan sikap kolektif untuk menjaga persatuan Indonesia.


Di tengah dinamika sosial dan politik yang kerap memunculkan perbedaan, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa ada pada persatuan, bukan pada perpecahan.