Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Resmikan Tim Posyandu, Bupati Batang Siap Kawal Data Gizi dan Stunting

POSYANDU - Pengukuhan tim posyandu Kabupaten Batang oleh Bupati M Faiz Kurniawan berlangsung khidmat. (bakti buwono/disway jateng)

BATANG — Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengukuhkan tim posyandu sebagai langkah strategis memperkuat pelayanan dasar kesehatan masyarakat berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Pengukuhan berlangsung di Aula Bupati Batang, Selasa 29 Mei 2025, disaksikan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah.


Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Batang dikukuhkan kepada Faelasufa Faiz yang juga dikenal aktif sebagai penggerak PKK sekaligus inisiator berbagai program percepatan penurunan stunting di Batang.


“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Ini tonggak awal transformasi Posyandu sebagai sistem layanan kesehatan terintegrasi di tingkat desa,” tegas Bupati Faiz.


Ia menyebut, Posyandu yang ideal tak hanya soal penimbangan balita, tetapi juga menyatukan fungsi lintas sektor seperti pendidikan, sosial, dan perumahan dalam satu meja pelayanan.


“Program Posyandu 6 SPM telah kita ujicobakan di tiga desa dan jadi model awal untuk direplikasi ke seluruh kecamatan. Jika sukses menjalankan ini, camat akan kami prioritaskan dalam promosi jabatan dan mendapat alokasi dana indikatif tambahan,” tandas Faiz.


Program 6 SPM sendiri meliputi:

1. Pelayanan kesehatan ibu hamil

2. Pelayanan persalinan

3. Pelayanan bayi baru lahir

4. Pelayanan balita

6. Gizi buruk dan stunting


Ketua Tim Pembina Posyandu Batang, Faelasufa Faiz, menegaskan bahwa Posyandu merupakan wajah nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.


“Hari ini kita punya 1.236 posyandu di Batang, namun baru tiga yang benar-benar menerapkan 6 SPM: Desa Kemiri Barat (Subah), Kebumen (Tulis), dan Sembung (Banyuputih),” beber Faelasufa.


Tim penggerak, lanjutnya, dalam tiga bulan terakhir telah turun ke lebih dari 30 posyandu untuk menyerap aspirasi kader dan mengetahui kondisi lapangan secara langsung.


“Kami menemukan semangat luar biasa dari para kader. Rata-rata tiap desa punya 20 hingga 40 kader yang aktif mencatat berat badan dan tinggi balita setiap bulan,” ujarnya.


Menurutnya, data dari para kader ini sangat krusial untuk mengetahui tren penurunan stunting secara akurat.


“Tanpa kader, kita buta data. Tanpa data, kita tidak tahu seberapa besar kemajuan yang sudah dicapai,” tegas Faelasufa.


Ia juga menekankan bahwa kegiatan Posyandu terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat kompleks. Tak hanya melayani balita, tetapi juga ibu hamil hingga lansia.


Dengan pengukuhan Tim Posyandu ini, Pemkab Batang berharap seluruh posyandu ke depan bisa menerapkan layanan kesehatan berbasis 6 SPM secara menyeluruh dan profesional

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube