Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Rencana Pengajian Habib Novel di Brebes Ditolak

Brebes — Warga yang tergabung dalam Organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Brebes, menolak kedatangan Habib Novel Alaydrus di Kabupaten Brebes


Rencananya, kedatangan Habib Novel di Brebes, adalah untuk berceramah di pengajian peringatan Tahun Baru Islam.


Pengajian itu rencananya akan berlangsung di kediaman salah satu pengusaha bawang merah di Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.


Namun rencana pengajian tersebut mendapat penolakan massa. PWI-LS. Tidak hanya menolak kedatangannya, massa juga berencana menggelar aksi massa.


Penolakan itu sampai pula ke meja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemkab Brebes. Untuk menghindari konflik dan menjaga kondusifitas daerah, kedua belah pihak dihadirkan Bakesbangpol untuk bermusyawarah.


Kepala Bakesbangpol Kabupaten Brebes M. Sodiq memimpin langsung musyawarah tersebut. Tampak hadir perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), PC GP Ansor, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga Kementerian Agama (Kemenag).


Musyawarah tertutup di ruang kepala Bakesbangpol yang dilaksanakan sejak pukul 13.30 WIB, baru selesai sekitar pukul 18.00 WIB atau waktu adzan maghrib. Musyawarah kedua belah pihak ini sempat alot mencapai kesepakatan. 


Awalnya baik pihak PWI-LS maupun panitia penyelenggara tetap pada pendirian masing-masing. Pihak PWI-LS menolak, sementara pihak panitia tetap berencana menghadirkan Habib Novel.


Hingga akhirnya disepakati kedua belah pihak bahwa Habib Novel tidak akan hadir dan mengisi pengajian dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam pada malam itu. 


Kepala Satkorda Laskar Sabilillah Syifaul Huda mengungkapkan alasan kenapa menolak kedatangan habib di Brebes yang dikhawatirkan akan memberikan doktrin yang tidak benar dalam ceramahnya.

"Kita tegas, apabila habib itu datang, kita tolak. Silahkan pengajian, selawatan tapi tanpa habib," kafa Syifaul Huda di sela musyawarah kepada wartawan di Kantor Bakesbangpol, Kamis. 


Sementara pihak penyelenggara, Dian Alex Chandra pada akhirnya mengaku mengalah demi kebaikan bersama dan menjaga kondusifitas Brebes. "Kami sebagai penyelenggara acara, kita mengalah. Jadi semuanya untuk kebaikan bersama, untuk ketertiban bersama.


Jadi Kami mengalah, pengajian ini yang sedianya diisi penceramah Novel Alaydrus kami tiadakan ceramahnya," kata Alex.


Meski tidak dihadiri Habib Novel, kata Alex acara pengajian dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam tetap dilaksanakan. "Jadi hanya ada acara pembacaan maulid, qosidah selawat, dan lainnya. Tidak ada ceramah," kata Alex.


Alex menambahkan, Habib Novel tetap akan datang ke Brebes, namun sebagai tamu pribadi sesudah acara. "Beliau (Habib Novel) selain guru adalah teman saya. Mungkin beliau akan hadir setelah acara selesai, sebagai tamu. Tapi hadirnya beliau tidak di acara (pengajian) tersebut," pungkas Alex. 


Kepala Bakesbangpol M Sodiq mengatakan dalam musyawarah yang di antaranya dihadiri 17 orang akhirnya muncul point-point yang disepakati dan ditandatangani bersama.


"Ahamdulillah, musyawarah bersama kedua belah pihak dan instansi terkait akhirnya disepakati pengajian peringatan tahun baru Islam Sabtu 12 Juli di gudang CV Sudah Ada di Klampok tetap dilaksanakan tanpa adanya penceramah. Habib Novel tidak hadir dalam acara tersebut," kata Sodiq usai musyawarah.


Selain itu, kata Sodiq pihak PWI-LS juga menyatakan siap menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kambtibmas) dan membatalkan aksi massa penolakan kedatangan Habib Novel pada Sabtu nanti.


"Dan semua pihak yang hadir mendukung kondusifitas dan kerukunan umat beragama di Brebes dan ditandatangani 17 orang yang hadir dalam musyawarah bersama," tutup Sodiq.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube