Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Proyek Jalan Ahmad Yani Batang Senilai Rp797 Juta Dipastikan Molor, Ini Alasannya

Suasana jalan Ahmad Yani Kabupaten Batang (IST)

BATANG — Proyek pembangunan dan penataan Jalan Ahmad Yani di kawasan Kauman, Kabupaten Batang, mengalami keterlambatan.


Pekerjaan yang seharusnya dimulai pada 14 Juli 2025 itu kini dipastikan molor dari target awal.


Dengan nilai kontrak sebesar Rp797.021.000, proyek yang digarap selama 90 hari kerja ini alami keterlambatan cukup lama. 


Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan DPUPR Batang, Endro Suryono, akhirnya buka suara soal keterlambatan tersebut.


Endro mengakui, proyek Jalan Ahmad Yani sudah dievaluasi sebanyak tujuh kali untuk memastikan kualitas dan progresnya.


Target penyelesaian yang semula ditetapkan pada 11 Oktober 2025 diperkirakan mundur lagi akibat kendala teknis dan finansial.


“Ada dua faktor utama yang membuat proyek ini lambat, yaitu keterbatasan tenaga kerja berkompeten di bidang konstruksi dan kemampuan finansial kontraktor yang terbatas,” ujarnya, Selasa 16 September 2025.


Menurutnya, konstruksi jalan tidak hanya butuh keahlian, tetapi juga dukungan dana yang kuat dan berkesinambungan agar pekerjaan bisa terus berjalan tanpa hambatan.


Selain membangun trotoar, salah satu fokus utama dalam penataan Jalan Ahmad Yani adalah pemindahan kabel ke jalur bawah tanah.

Kabel-kabel non-listrik yang sebelumnya menggantung semrawut akan ditanam melalui yudik kecil-kecil yang disiapkan sepanjang jalan.


“Harapannya, kawasan ini akan terlihat lebih rapi, modern, dan nyaman bagi warga maupun pengunjung,” kata Endro.


Langkah ini dinilai penting karena pusat kota Batang kerap dikritik tidak tertata dengan baik, terutama pada jaringan kabel yang berseliweran.


Namun, pekerjaan tersebut justru memperlambat progres lantaran membutuhkan perhitungan teknis dan biaya tambahan.


Meski proyek Jalan Ahmad Yani molor, DPUPR Batang memastikan tetap mengawal penuh jalannya pembangunan.


Pengawasan ketat terus dilakukan agar pekerjaan tidak terbengkalai di tengah jalan.


“Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini agar Jalan Ahmad Yani bisa benar-benar menjadi wajah baru Kabupaten Batang yang tertata,” tegas Endro.


Pemerintah daerah berharap proyek tersebut segera rampung sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.