Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Polres Pekalongan Bagikan 1000 Bingkisan Baksos kepada Warga Miskin

Cismanto warga Desa Gandarum
Kecamatan Kajen
Pekalongan menerima bantuan baksos Polres Pekalongan

Pekalongan — Polres Pekalongan menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 1000 bingkisan berupa paket sembako dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79. Kegiatan baksos ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Polsek Se Pekalongan pada Senin (23/6/2025).


Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso Widamanto juga terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan bantuan tersebut secara langsung kepada dua warga di Desa Gandarum, Kecamatan Kajen.


"Alhamdulillah, Polres Pekalongan pada hari ini mengirimkan bantuan sosial kepada warga masyarakat yang membutuhkan, misalnya kayak anak yatim piatu kemudian juga yang kekurangan. Kurang lebih sebesar 1000 paket dan ini disebarkan di seluruh wilayah kabupaten Pekalongan," kata Doni saat pembagian bantuan sosial di wilayah Gandarum, Kajen.


Doni menambahkan, penyaluran bantuan sosial tersebut sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang selama ini sudah ikut membantu Polri.


“Polres Pekalongan memohon doa dan bantuan serta support dari masyarakat dalam menjalankan tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan,” kata dia.

Pada kegiatan ini, Polres Pekalongan juga menggandeng mahasiswa, perguruan silat dan juga ormas untuk bersama-sama membagikan bantuan sosial kepada masyarakat. Hal ini sebagai wujud sinergi antara Polres Pekalongan dengan unsur masyarakat.


Kapolres Pekalongan berharap meskipun bantuan ini sifatnya sederhana, namun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerima.


Cismanto, salah satu warga Gandarum Kajen yang menerima bantuan sosial dari Kapolres merasa senang, pasalnya selama ini hidupnya cukup prihatin sebagai warga disabilitas tuna netra yang berpotensi sebagai juru pijat di pelosok desa.


"Ya saya cukup senang atas bantuan ini. Saya di rumah sendiri tapi ada saudara di samping rumah, biasanya saya minit orang kalau ada yang minta dipilih," terang Cismanto. (*)