Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Polres Batang Pastikan Kenaikan Status Kasus Dugaan Pencabulan Siswi di TPQ

Ilustrasi kekerasan seksual

BATANG — Kepolisian Resor Batang menegaskan terus memproses laporan dugaan tindakan asusila terhadap sejumlah siswi SD di sebuah tempat pengajian di Kabupaten Batang.


Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Batang AKP Imam Muhtadi saat dikonfirmasi.


"Yang perkara cabul sudah naek sidik, kemaren terlapor dipanggil, baru selesai operasi dari rumah sakit,"katanya saat dikonfirmasi, Minggu 6 Juli 2025.


Ia mengatakan bahwa proses penyidikan terus berjalan. 


Sebelumnya, keluarga korban menyebut belum ada perkembangan yang berarti dari penanganan Polres Batang.


Sejumlah orang tua korban mulai gerah.


“Kami menunggu tindak lanjut dari Polres Batang, jangan sampai terlalu lama, kasihan anak-anak yang jadi korban,” ujar W, ibu salah satu korban, dengan nada kecewa, Selasa 24 Juni 2025.


Ia mengungkapkan bahwa anaknya masih mengalami trauma berat.


“Setiap dengar nama pelaku, anak saya langsung ketakutan. Kami butuh keadilan, bukan janji,” lanjutnya.


Desakan ini muncul bukan tanpa alasan.

W menuturkan bahwa kejadian tersebut terjadi di lingkungan yang dianggap aman: tempat mengaji yang hanya berjarak beberapa rumah dari kediaman mereka.


“Saya pikir, pelaku cuma becanda karena dia tetangga kami. Tapi ternyata bukan cuma anak saya yang jadi korban,” ungkapnya getir.


Kecurigaan bermula dari pengakuan anaknya yang mendadak enggan berangkat mengaji.


“Katanya jijik, sudah dipegang-pegang. Hati saya langsung hancur dengarnya,” kata W sambil menahan air mata.


Tak lama berselang, dua anak lain yang juga belajar di tempat yang sama, mengungkapkan cerita serupa.


“Cerita mereka saling menguatkan. Saya yakin ini bukan sekali dua kali,” ujarnya.


Dugaan itu diperkuat dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan interaksi mencurigakan antara korban dan terduga pelaku.


“Memang hanya satu anak yang terekam, tapi isi pengakuan tiga anak itu mirip semua,” jelas W.


Parahnya lagi, pelaku diduga memberikan uang Rp5.000 setiap kali usai melakukan tindakan tak senonoh.


“Modusnya ngasih uang, biar anak-anak diam,” beber W.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube