Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Polres Batang Bekuk 49 Pengedar Narkoba,  Pelaku Jual Lewat TikTok Live

Kasatnarkoba Polres Batang AKP Erdi Nuryawan

BATANG — Peredaran narkoba di Kabupaten Batang meningkat dari tahun ke tahun. Selama Januari hingga Juli 2025, Polres Batang telah berhasil mengungkap 39 kasus narkoba dengan total 49 tersangka pengedar narkoba.


Kapolres Batang melalui Kasatnarkoba AKP Erdi Nuryawan mengungkapkan bahwa dari 49 tersangka, 31 di antaranya terlibat dalam kasus narkotika jenis sabu dan ganja, sementara 18 lainnya terjerat kasus peredaran obat keras daftar G.


“Barang bukti yang berhasil diamankan cukup besar, antara lain sabu seberat 332 gram, ganja kering 25 gram, ekstasi 3 butir, psikotropika 152 butir, dan obat keras daftar G sebanyak 17.175 butir,” terang AKP Erdi Nuryawan.


Ia menyebut bahwa mayoritas pengedar narkoba merupakan residivis yang kembali mengulangi perbuatan yang sama, khususnya pengedar sabu-sabu.


“Rata-rata mereka pemain lama, residivis yang sudah hafal medan. Sasarannya jelas, wilayah-wilayah seperti Limpung, Banyuputih, Gringsing, dan Subah jadi titik rawan,” ujar Erdi.


Yang mengejutkan, beberapa pengedar menggunakan modus membuka warung kelontong atau warung kopi sebagai kedok.


“Ada ibu rumah tangga yang buka warung, jualan sabu-sabu di dalamnya. Ada juga wiraswasta kecil-kecilan, kedok saja, padahal pengedar aktif,” ungkapnya.


Menurut AKP Erdi, peningkatan jumlah kasus tahun ini cukup signifikan, yakni naik 30 persen dibanding tahun 2023.


“Tahun 2023 kita ungkap 20 kasus, tahun 2024 sudah 29 LP. Ini menunjukkan ada peningkatan luar biasa,” tandasnya.


Sasaran peredaran narkoba jenis obat keras biasanya adalah pekerja pabrik dan sopir, karena diyakini dapat menambah stamina dan mengusir rasa kantuk.

Sementara itu, sabu-sabu menyasar kalangan pekerja mapan menengah ke bawah, bukan kalangan pengangguran atau remaja sekolah.


“Yang kena sabu itu biasanya sudah kerja tetap. Tapi ada juga yang habis PHK, frustrasi, lalu coba-coba,” ujar Erdi.


Wilayah Kedawung dan Ketanggan turut disebut sebagai zona yang harus diawasi ketat.


Namun begitu, AKP Erdi memastikan bahwa hingga kini belum ditemukan operator besar atau bandar di wilayah Batang.


“Batang masih steril dari operator. Tapi sistemnya sudah terendus, ada modus taruh alamat fiktif lewat kurir dan pembeli order via TikTok tengah malam,” jelasnya.


Ia menjelaskan bahwa sistem peredaran semakin canggih, barang dijual melalui video gelap-gelapan antara pukul 01.00–03.00 WIB.


“Cuma ada suara, gerak cepat. Lalu mereka pakai aplikasi chatting seperti Zangi, mirip BBM zaman dulu, buatan Cina,” jelasnya lagi.


Meski situasinya makin rumit, AKP Erdi memastikan bahwa pencegahan tetap digalakkan, termasuk lewat edukasi rutin ke sekolah-sekolah.


Batang sendiri saat ini memiliki 18 Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai basis pencegahan dini.


“Parameter kampung tangguh itu jelas: tidak terpapar narkoba. Kita pastikan tetap jalan dan terus kita evaluasi,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube