TEGAL — Pencarian Mochamad Daffa Sanjaya, 17, siswa kelas 2 Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMK Negeri 3 Kota Tegal yang diduga hilang di Laut Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dilakukan. Hingga hari ke-11 sejak hilangnya pada Senin, 23 Juni 2025 dini hari, Dafa belum juga ditemukan.
Hilangnya Dafa terjadi saat ia sedang menjalani program Praktik Kerja Industri (Prakerin) di perairan tersebut. Upaya pencarian melibatkan tim gabungan, termasuk Polairud Juwana, Kabupaten Pati, dengan mengerahkan Kapal Mekar Sari. Namun, hasil pencarian masih nihil.
Kepala SMK Negeri 3 Kota Tegal, Bejo, Kamis (3/7), memastikan pihaknya terus memantau perkembangan pencarian. "Saya mendatangi Polresta Pati untuk memastikan pencarian Dafa, siswa kami yang hilang saat Prakerin," ujar Bejo saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Bejo bersama Ketua Jurusan NKPI mendatangi Polresta Kabupaten Pati untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pencarian Dafa yang sudah berlangsung selama 11 hari. Polairud Juwana Pati sendiri dilaporkan terus memberikan laporan transparan terkait progres pencarian.
Sebelumnya, sempat beredar kabar penemuan jenazah yang diduga Dafa. Namun, setelah dilakukan pengecekan berdasarkan ciri-ciri korban, dipastikan bahwa jenazah tersebut bukanlah Dafa.
"Belum ditemukan, terkait penemuan jenazah kemarin, sudah dipastikan bukan Dafa siswa kami," tegas Bejo.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Tegal, Indri Astuti, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden ini. Pihaknya menyatakan akan terus berkoordinasi dengan SMK Negeri 3 Tegal dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan pencarian siswa yang hilang saat Prakerin tersebut.
"Turut berduka cita, saya terus berkoordinasi dengan sekolah terkait perkembangan siswa yang hilang saat Prakerin," katanya.