Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkab Batang Sediakan Vaksin Rabies Gratis untuk Anjing, Kucing, dan Kera

Pemeriksaan kesehatan kucing dan vaksinasi rabies di halaman Kantor Bupati Batang pada Kamis 6 Agustus 2025 (Bakti Buwono/Disway Jateng)

BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan, dan Pertanian menggelar vaksinasi hewan gratis untuk mencegah penyebaran rabies, Rabu 6 Agustus 2025.


Kegiatan ini berlangsung di halaman Pendapa Kabupaten Batang sebagai bagian dari Gerakan Pangan Murah.


Program ini ditujukan bagi hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera yang berpotensi menjadi pembawa virus rabies. Hingga pelaksanaan pagi tadi, 6 ekor hewan telah divaksin.


Adapun pihaknya sudah melakukan vaksinasi rabies sekitar 160 ekor hewan sejak Januari 2025 Hingga Juli 2025.


Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperta Batang, Syam Manohara, menegaskan bahwa vaksinasi rabies gratis dapat diakses oleh semua pemilik hewan kesayangan tanpa batasan kuota.


“Kalau stok vaksin berkurang, kami siap berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah untuk tambahan,” jelasnya.


Gejala rabies pada hewan, lanjut Syam, meliputi perilaku gelisah, agresif, cenderung menyendiri, air liur berlebihan, menggigit benda di sekitarnya, hingga posisi ekor ditekuk di antara kedua kaki belakang.

Saat ini vaksinasi rabies dapat dilakukan di tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kabupaten Batang yaitu Puskeswan Batang Kota, Puskeswan Warungasem dan Puskeswan Bawang.


Virus rabies yang menjangkiti manusia dapat memicu gejala seperti demam, insomnia, sakit kepala, rasa cemas, tubuh lemas, hilang nafsu makan, nyeri tenggorokan, hingga fobia air (hydrophobia) dan udara (aerophobia).


Syam mengungkapkan, salah satu laporan yang pernah ditangani adalah kera liar masuk ke permukiman Desa Tedunan. Dispaperta bersama Dinas Kesehatan langsung turun ke lokasi untuk penanganan.


Namun, saat vaksinasi lapangan, muncul kendala karena pemilik anjing tidak bisa mengumpulkan hewan mereka di satu titik.


“Akhirnya hanya anjing yang masih di rumah yang berhasil divaksin,” ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Batang mengajak masyarakat untuk proaktif membawa hewan ke Puskeswan terdekat atau menghubungi petugas agar vaksinasi dapat segera dilakukan.


“Kesadaran warga memegang peran penting untuk mencegah rabies di wilayah Batang,” pungkas Syam Manohara.