Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pejabat Baru Kota Pekalongan Dilantik di Puing-puing Sisa Kebakaran, Ternyata Ini Pesannya

DILANTIK - Pelantikan pejabat baru Pemkot Pekalongan dilakukan di tengah puing-puing sisa kebakaran
Senin malam 22 September 2025. (bakti buwono/disway jateng)

Pekalongan — Pelantikan pejabat baru Pemerintah Kota Pekalongan berlangsung dalam suasana yang tidak biasa.


Wali Kota Pekalongan Arslan Afzan Djunaid melantik para pejabat di antara puing-puing bangunan sekretariat daerah Kota Pekalongan yang terbakar pada saat demo ricuh 30 Agustus 2025 lalu.


Berlangsung pada Senin malam 22 September 2025, puluhan pejabat Pemkot Pekalongan tidak disuguhi kursi ataupun jamuan mewah. 


Proses pelantikan birokrasi baru Kota Pekalongan hanya bermodalkan lampu sorot, sound system portabel kecil, satu meja untuk mengisi daftar hadir para pejabat.


Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menegaskan pelantikan pejabat baru ini adalah simbol penting untuk menatap masa depan birokrasi kota batik.


“Mulai hari ini kerja keras harus lebih nyata, karena pekerjaan rumah Kota Pekalongan semakin banyak. Yang ada hanya kerja keras,” ucap Afzan.


Afzan juga menekankan bahwa kekosongan sembilan kepala dinas dan sejumlah ASN yang pensiun bukanlah hambatan, tetapi peluang regenerasi birokrasi.


Pengisian jabatan, kata Afzan, tidak boleh semata berdasar usia atau kedekatan, melainkan pada rekam jejak, kinerja, serta kemampuan membangun komunikasi.


Kepala BKPSDM Kota Pekalongan, Rusmani Budiharjo, menyebut malam itu ada 12 pejabat Jabatan Tinggi Pratama, 6 administrator, 13 pengawas, 1 kepala puskesmas, serta 21 pejabat fungsional yang dilantik.

“Semua melalui mekanisme ketat. Untuk JPT, meski hanya rotasi, tetap wajib uji kompetensi, hasilnya juga dilaporkan ke Mendagri,” ungkap Rusmani.


Ia juga mengingatkan bahwa mulai 2026 sistem pengisian jabatan akan berubah menggunakan manajemen talenta.


“Pola lama akan berakhir, pejabat harus siap menghadapi mekanisme baru,” tambahnya.


Salah satu jabatan krusial yang akhirnya terisi adalah Kepala Disdukcapil setelah proses panjang hingga asesmen di Dirjen Dukcapil.


Sementara itu, posisi Inspektorat masih menunggu mekanisme tambahan sebelum terisi.


Afzan kembali mengingatkan agar pejabat baru tidak sekadar menempati kursi, tetapi benar-benar hadir di lapangan untuk mengambil keputusan langsung.


Pelantikan ini menjadi pesan moral bahwa dari puing kebakaran dan keterbatasan, lahir semangat baru birokrasi Kota Pekalongan.


Kota batik kini menatap masa depan dengan langkah lebih tegap, berharap generasi baru birokrasi mampu menjawab tantangan zaman.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube