BATANG — Alun-alun Batang akan segera berubah wajah dengan anggaran sebesar Rp875 juta dari Pemerintah Kabupaten.
Yulianto, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Pemkab Batang, menegaskan bahwa proyek tersebut kini sudah memasuki tahap peninjauan.
“Sudah masuk, sudah di-review tanggalnya, tinggal ditayangkan,” ujarnya pada Senin, 22 September 2025.
Ia menjelaskan, penataan wajah baru Alun-alun Batang difokuskan pada empat sisi, terutama area sekitar pohon beringin yang menjadi simbol sekaligus titik temu masyarakat.
Meski detail teknis belum sepenuhnya dikuasainya, Yulianto memastikan pengerjaan akan membuat kawasan itu tampil lebih menarik dan bersahabat bagi pengunjung.
“Fokusnya memang di empat sisi dan beringin, biar nanti lebih cantik, orang datang juga lebih betah,” tambahnya.
Selain penataan alun-alun, Pemkab Batang juga tengah mengurus dua proyek lain yang sedang dilelang ulang.
Salah satunya adalah penataan kawasan sepanjang Jalan RE. Marthadinata dengan pagu anggaran mencapai Rp 1,866 miliar.
“Lelang ulang ini karena tidak ada yang memenuhi syarat, makanya harus diulang,” jelas Yulianto.
Ia menekankan bahwa pihaknya tetap menjaga standar ketat agar pemenang lelang benar-benar kredibel.
“Harapannya, nanti lelang ulang ini akan mendapatkan pemenang yang benar-benar kredibel,” tegasnya.
Meski mengalami lelang ulang, ia memastikan waktu pengerjaan proyek tetap dibatasi maksimal 60 hari kalender.
“Ini lelang ulang dan mendesak, jadi tidak bisa leluasa waktunya,” pungkasnya.
Wajah baru Alun-alun Batang diperkirakan akan membawa dampak signifikan bagi denyut kehidupan kota.
Dengan sentuhan penataan modern namun tetap menjaga nuansa historis, kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat rekreasi warga, tetapi juga magnet wisata lokal.
Para pedagang kaki lima, komunitas seni, hingga keluarga yang menghabiskan waktu di akhir pekan akan mendapat ruang yang lebih tertata.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Batang dalam memperbaiki kualitas ruang publik dan meningkatkan daya saing kota di jalur pantura.
Apalagi, Alun-alun Batang memiliki peran strategis sebagai wajah pertama yang dilihat pendatang ketika memasuki pusat kota.
Dengan anggaran ratusan juta rupiah, publik tentu berharap proyek ini berjalan transparan, tepat waktu, dan sesuai dengan visi pemerintah daerah.
Karena itu, pengawasan masyarakat terhadap proses lelang hingga pengerjaan akan menjadi kunci keberhasilan.