Pemalang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa berkah bagi para pedagang buah di Pasar Buah Pemalang, Jawa Tengah. Selama dua bulan terakhir, omzet para pedagang dilaporkan melonjak hingga 50 persen seiring meningkatnya permintaan dari dapur Satuan Petugas Pemenuhan Gizi (SPPG).
Buah-buahan seperti jeruk, pir, anggur, kelengkeng, dan semangka menjadi komoditas yang paling banyak diburu untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.
Budi, salah seorang pedagang buah impor, mengakui peningkatan permintaan terjadi cukup signifikan sejak MBG berjalan. “Semenjak ada MBG penjualan ramai, kenaikan penjualan persen. Kebanyakan mereka cari kelengkeng, anggur, dan buah pir,” ujarnya.(6/12/2025)
Meski permintaan melonjak, Budi memastikan pasokan tetap aman. “Agak kewalahan, stok alhamdulillah tidak pernah kehabisan. Sehari sampai 1 ton ada. Harga tetap ada peningkatan sejak ada MBG, paling 10–20 persen. Sejauh ini tidak ada kendala, mereka bayar cash, saya tidak mau berisiko,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa harga buah pir saat ini mengalami kenaikan. Budi mendatangkan huah-buah yang dijualnya dari Tiongkok.
Kondisi serupa juga dirasakan Jajat Sudrajat, pedagang buah jeruk lokal. Ia mengatakan peningkatan permintaan mencapai 50 persen.
“Lumayan ada peningkatan permintaan lebih banyak, sekitar 50 persen. Yang dicari jeruk ukuran tanggung 1 kg isi 14,” katanya.
Dalam sehari, Jajat dapat menjual hingga 3 ton buah, bahkan bisa mencapai 5 ton ketika permintaan sedang tinggi. Pembeli pun datang dari berbagai daerah seperti Cirebon, Brebes, Batang, Pekalongan, hingga Purbalingga. “Mengalami kenaikan sejak 2 bulan terakhir,” jelasnya.
Buah menjadi salah satu menu wajib yang ada dalam sajian makan bergizi gratis, sebagai pelengkap dalam memenuhi nutrisi para penerima manfaat MBG.