BATANG — PT Chengda International Indonesia resmi membuka pabrik alas sepatu di Kawasan Batang Industrial Park, Kecamatan Tulis dengan nilai Rp205 miliar.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan operasional perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang produksi sol sepatu, baik bagian luar maupun dalam, pada Senin 29 September 2025.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batang dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Chengda International Indonesia. Kehadiran perusahaan ini kami sambut dengan tangan terbuka, karena akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan daerah,” ujar Faiz.
Menurutnya, peresmian ini bukan sekadar pembukaan pabrik baru, melainkan cermin optimisme masa depan Batang yang kian cerah dalam sektor industri.
PT Chengda tercatat menanamkan investasi sebesar Rp205 miliar, sebuah angka yang disebut Bupati Faiz sebagai bukti kepercayaan terhadap iklim investasi Batang yang kondusif, ditunjang infrastruktur memadai serta kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing.
Lebih dari sekadar nilai investasi, perusahaan ini sudah nyata membuka peluang kerja bagi masyarakat Batang.
Tahun ini saja, PT Chengda menyerap 480 tenaga kerja dengan target melonjak hingga 1.150 orang pada 2029 mendatang.
“Lapangan pekerjaan adalah pilar utama kesejahteraan. Dengan penyerapan tenaga kerja yang masif, kita berharap angka pengangguran turun dan daya beli masyarakat meningkat,” tegas Faiz.
Tak hanya memberi harapan di dalam negeri, hasil produksi sol sepatu PT Chengda akan diekspor ke berbagai negara, termasuk China, Vietnam, Myanmar, Kamboja, hingga India.
Produk “made in Batang” pun diproyeksikan menembus pasar global, mengharumkan nama daerah di kancah internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Faiz juga menegaskan komitmen Pemkab Batang untuk terus memberikan iklim ramah investasi.
“Kami jamin proses perizinan cepat, transparan, tanpa birokrasi berbelit. Kami ingin Batang jadi pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Tengah,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa perekrutan tenaga kerja harus sesuai regulasi Perda Investasi, yakni minimal 70 persen dari warga lokal Batang.
“Kami berharap PT Chengda bisa berkolaborasi maksimal dengan masyarakat sekitar, sehingga manfaat kehadiran perusahaan ini benar-benar dirasakan bersama,” tandasnya.
Dengan langkah ini, Batang semakin mengokohkan diri sebagai magnet investasi baru di Jawa Tengah, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui industrialisasi yang berkelanjutan.