Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bupati Batang Angkat Bicara Soal Dugaan Malapraktik RSUD, Salah Vonis HIV dan Selang Tertinggal

Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat mengunjungi pabrik alas kaki asal Tiongkok di Batang Industrial Park

BATANG — Kasus dugaan malapraktik di RSUD Kalisari Batang kembali mencuat setelah seorang pasien bernama Mistono (59), warga Desa Gondang, Kecamatan Subah, mendapat tanggapan dari Bupati Batang M Faiz Kurniawan.


Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengaku sudah mendapat laporan sejak dua hingga tiga bulan lalu.


“Tanyanya ke Dinas Kesehatan saja soal rumah sakit, itu dokter nanti saya salah lagi. Tapi yang jelas saya sudah dapat laporan tersebut, sebenarnya kejadian sudah tahun lalu kan. Setahu saya sudah dilakukan komunikasi dengan pihak tersebut karena dari Dinkes maupun RSUD sudah memiliki data-data,” jelas Faiz di peresmian pabrik Chenda Batang Industrial Park, Senin 29 September 2025.


Meski kini sudah pulih, Mistono tetap berharap kejadian yang menimpanya menjadi pelajaran bagi dunia medis di Batang.


“Saya cuma ingin keadilan. Kalau memang salah, ya harus bertanggung jawab. Jangan sampai ada orang lain ngalami kayak saya,” katanya.


Kasus Mistono kini menjadi sorotan publik dan menguji komitmen RSUD Batang dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.


Mistono menjalani operasi kencing batu pada akhir 2024 di RSUD Batang. Bukannya sembuh, ia justru merasakan sakit luar biasa selama delapan bulan pascaoperasi.


“Dulu saya sampai putus asa, pikirane penyakit kok ora mari-mari, kapan nyong mati ne,” ujarnya dengan wajah kini lebih lega saat ditemui di rumah.


Usai operasi pertama, Mistono sempat divonis mengidap HIV dan dipaksa mengonsumsi obat antiretroviral secara rutin. 


Ia bahkan mengalami tekanan sosial karena dikucilkan sebagian keluarga.

“Saya bingung, pusing, kencing keluar darah terus. Saya sempat berpikir, apa memang begini HIV itu,” kenangnya.


Namun hasil laboratorium di Cito Pekalongan dengan nomor 2509220061 menyatakan ia nonreaktif HIV.


Pemeriksaan lanjutan di RS Siti Khodijah Pekalongan membongkar fakta mengejutkan: ada selang sepanjang 30 sentimeter tertinggal di tubuhnya.


“Setelah USG baru ketahuan ada selang tertinggal. Dokter urologi bilang harus segera diambil. Setelah operasi pengambilan selang, saya langsung sehat normal kembali,” kata Mistono dengan nada lega.


Kesembuhan Mistono tidak menghapus luka batin yang dialaminya. 


Selama tujuh bulan ia menahan sakit dan menanggung stigma sosial.


Yusro, anak pertama korban, mengaku kecewa mendalam.


“Sangat kecewa, bapak saya selama tujuh bulan menderita. Bukan soal sakitnya saja, tapi dampak sosial yang dialami bapak saya,” tegas Yusro.


Ia menyebut keluarga akan menuntut pertanggungjawaban pihak rumah sakit atas kelalaian tersebut.


“Kami diundang untuk bertemu manajemen RSUD Batang Selasa pagi 30 September 2025.Kami harap ada keadilan,” ujarnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube