TEGAL — Siapa sangka dari sebuah desa kecil di Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, lahir gerakan nasional yang kini menjadi benteng ribuan pelaut Indonesia?
Namanya AP2I – Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia.
Bukan sekadar serikat pekerja, melainkan gerakan akar rumput yang menjelma jadi kekuatan kolektif buruh laut.
Didirikan 1 Mei 2020, tepat pada Hari Buruh Internasional, AP2I lahir dari keresahan sekaligus harapan para anak buah kapal (ABK) yang kerap diperlakukan semena-mena.
Sosok di baliknya adalah Imam Syafi’i, mantan ABK yang kenyang pengalaman pahit bekerja di kapal berbendera asing.
“AP2I bukan lahir dari teori serikat, tapi dari luka dan tekad pelaut sendiri,” ujar Imam, Kamis 7 Agustus 2025.
Kini ia memimpin AP2I sebagai Ketua Umum dengan anggota lebih dari 11 ribu pelaut yang tersebar dari Aceh sampai Papua.
Mereka adalah orang-orang yang pernah menjadi bagian dari industri penangkapan ikan global, namun minim perlindungan hukum dan sosial.
AP2I punya visi besar: mewujudkan kehidupan pekerja perikanan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bermartabat.
Secara nasional mereka berafiliasi dengan Konfederasi KASBI, dan secara internasional terhubung dengan World Federation of Trade Unions (WFTU).
Mereka telah menjalin puluhan Collective Bargaining Agreement (CBA) dengan perusahaan perekrutan pelaut.
Bukan hanya pendataan anggota, AP2I juga melakukan pendampingan, pelatihan paralegal, hingga advokasi hukum.
Imam sendiri turun ke lapangan, dari kantor Syahbandar hingga pelabuhan, mengawal proses penyelesaian sengketa tenaga kerja perikanan.
Pada Januari 2024, ia menandatangani perjanjian penyelesaian kasus pelaut dengan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tegal.
Mereka telah terdaftar di Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal.
Mereka juga sudah memiliki NPWP sebagai entitas resmi.
“Banyak bicara soal buruh, tapi tak banyak yang mau menyentuh pelaut,” kata Imam.
“Padahal mereka yang paling rentan,” tambahnya.
Untuk memperluas akses informasi, AP2I membangun kanal daring seperti ap2i.or.id dan portal keanggotaan portal.ap2indonesia.id.
Keduanya menjadi pusat dokumentasi, advokasi, dan kanal komunikasi antaranggota.
AP2I juga menjadi rujukan sejumlah lembaga hukum dan kementerian ketika bicara soal isu ketenagakerjaan perikanan.
Tak heran bila organisasi ini, yang berpusat di Tegal, kini diperhitungkan di tingkat nasional dan internasional.
Karena bagi Imam Syafi’i, kapal boleh melintasi batas negara, tapi hak-hak pelaut Indonesia tak boleh hanyut di tengah gelombang.