Pekalongan — Kompleks pemerintahan Kota Pekalongan yang terdiri dari Kantor Walikota, gedung DPRD, hingga kantor Sekretariat Daerah (Setda) mengalami kerusakan parah usai dibakar massa.
Api yang melalap gedung utama berhasil dipadamkan setelah upaya keras petugas pemadam kebakaran selama hampir tujuh jam.
Namun, kondisi bangunan yang sudah rapuh membuat proses pemadaman dan pendinginan menjadi penuh risiko.
Didik Purwoko, Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarpras Dinas Satpol P3 Kota Pekalongan, mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan nilai kerugian akibat peristiwa ini.
“Nominal kerusakan kita belum memastikan, tapi kalau dilihat dari gedung yang rusak, ada kantor walikota, kemudian Sekwan DPRD, lalu Setda sisi tengah dan sisi selatan. Tidak sampai terbakar habis, tapi kerusakannya cukup parah,” ujar Didik saat ditemui di lokasi, Minggu pagi 31 Agustus 2025.
Menurutnya, seluruh personel dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut.
“Kita punya empat regu, tadi malam kita kerahkan dua regu, sampai pagi ini kita tambah dua regu lagi,” jelasnya.
Meski demikian, upaya pendinginan masih berlangsung hingga siang hari.
Didik menuturkan, kondisi bangunan yang rawan roboh membuat petugas kesulitan masuk ke bagian terdalam gedung.
“Kesulitan kita kondisi bangunan sudah rawan untuk dimasuki. Ada yang tidak bisa diakses, akhirnya sebatas melakukan lokalisir. Api-api yang tersisa dan potensi menyala lagi kita pastikan tidak merembet ke sekitar,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses pemadaman berlangsung sekitar tujuh jam.
Bahkan pada Minggu pagi sempat muncul titik api baru yang langsung berhasil dipadamkan.
Saat ini TNI bersama aparatur dari Pemkot Pekalongan sedang bersih-bersih di lokasi kebakaran.