Pekalongan — Kerusuhan aksi solidaritas terhadap driver ojek online (Ojol) di Kota Pekalongan memuncak dengan pembakaran kembali kantor DPRD dan Walikota oleh massa.
Sekitar pukul 16.00, aparat kepolisian yang terdesak memilih mundur dari kawasan Pemerintah Kota Pekalongan.
Hal itu memicu massa mulai memasukki gedung balai kota. Lalu, mengeluarkan perabotan untuk dibakar.
Massa menyulut api di depan pintu kantor walikota yang berhadapan dengan kantor DPRD Kota Pekalongan.
Aksi pengrusakan lalu berlanjut dengan pelemparan dan memecah kaca. Beberapa orang masuk ke dalam gedung-gedung Pemerintahan.
Sebelumnya, Massa aksi yang terdiri dari ratusan orang bentrok dengan aparat keamanan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan.
Perusakan terjadi pada pos satuan polisi pamong praja di komplek gedung DPRD Kota Pekalongan yang satu kawasan kantor Wali Kota.
Aksi pembakaran massa menyasar pada pos satpol PP dan gedung DPRD Kota Pekalongan.
Tidak hanya membakar, massa juga melempari gedung DPRD Kota pekalongan batu dan benda lainnya.
Jalan menuju gedung DPRD Kota Pekalongan tampak ditutup.
Sekda Kota Pekalongan, Nur Proyantomenyebut aksi sempat berlangsung dengan damai ojol berganti dengan aksi anarkis yang dilakukan oleh remaja.
"Pagi ada beberapa mobil yang dirusak, beberapa bagian gedung DPRD yang dibakar tapi Alhamdulillah sudah teratasi," ucapnya.
Massa aksi juga menembakkan petasan ke arah gedung DPRD Kota Pekalongan.
Beberapa kali pihak aparat kepolisian juga menembakkan gas air mata.
Suara tembakan petasan bergantian dengan tembakan gas air mata memenuhi kawasan DPRD Kota Pekalongan.
Bentrokan terus berlangsung sejak pukul 10.00 hingga berita ini diturunkan.
Tampak mayoritas massa didominasi oleh remaja. Peserta aksi yang memakai jaket ojek online hanya satu atau dua orang.