BATANG — Ribuan jamaah memadati Jalan Veteran Batang pada malam Jateng Bersholawat yang digelar, Senin 18 Agustus 2035, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyinggung sejumlah persoalan pembangunan di Batang, termasuk hilangnya Pantai Sigandu yang dulu menjadi ikon wisata daerah serta Pasar Wonotunggal yang tak kunjung rampung.
“Batang ini adalah kota kelahiran saya yang kedua. Bagi saya Batang itu tidak asing, seperti Pantai Sigandu yang hilang, Wonotunggal yang sampai saat ini tidak punya pasar, sampai daerah Blado pun saya hafal,” kata Luthfi di hadapan jamaah.
Menurutnya, kondisi itu menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah masih menghadapi banyak tantangan.
Itulah alasan peringatan HUT ke-80 Jawa Tengah dipusatkan di tiga daerah, yakni Jepara, Semarang, dan Batang.
“Jadi malam ini kita sholawatan, besok upacara di KITB Batang,” imbuhnya.
Selain menyoroti infrastruktur, Luthfi juga menyampaikan pesan moral penting untuk pejabat maupun masyarakat.
Ia mengingatkan agar semua pihak menghidupkan tiga kata sederhana namun bermakna besar dalam kehidupan sehari-hari: jangan segan meminta tolong, jangan ragu meminta maaf, dan jangan lupa mengucapkan terima kasih.
“Kalau pejabat tidak mau meminta maaf saat salah, atau segan mengucapkan terima kasih, itu bisa menimbulkan jarak dengan rakyat. Padahal inti pemerintahan adalah melayani,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa toleransi dan gotong royong adalah nyawa Jawa Tengah yang harus dijaga.
Dengan nilai tersebut, suasana adem ayem bisa tetap terpelihara tanpa ancaman konflik horizontal.
Luthfi menyebut HUT ke-80 Provinsi Jawa Tengah menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan.
Tantangan besar masih menanti, mulai dari pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, hingga percepatan proyek infrastruktur yang mangkrak.
Namun, ia optimistis Jawa Tengah mampu menghadapi tantangan tersebut dengan modal masyarakat yang rukun dan guyub.
“Kalau ini kita rawat, Jawa Tengah akan tetap kuat menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan nilai spiritual dari kegiatan Jateng Bersholawat.
Ia menilai lantunan doa bersama ribuan jamaah menjadi energi positif untuk kemajuan Jawa Tengah.
“Melalui lantunan sholawat, masyarakat Jawa Tengah termasuk Kabupaten Batang diharapkan semakin mendapatkan keberkahan dan syafaat Nabi Muhammad SAW,” tutur Faiz.
Ia menambahkan, momentum HUT ke-80 Jawa Tengah adalah simbol persatuan untuk melangkah menuju daerah yang makmur, adem ayem, dan barokah bagi seluruh warganya.