Pekalongan — diswayjateng.com - Suasana pagi di Dukuh Bendosari, Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, mendadak berubah jadi kepanikan. Salah satu rumah warga di Kabupaten Batang itu kebakaran.
Kebakaran hebat melahap dapur, kamar mandi, dan tempat tidur milik Taruti pada Senin pagi, 16 Juni 2025.
Api bermula dari kompor yang lupa dimatikan karena sang pemilik rumah pergi tergesa-gesa menjemput anaknya yang mengalami kecelakaan di kawasan KITB Gringsing.
“Pukul 08.30 WIB kami menerima laporan dari Kepala Desa Ujungnegoro, Ibu Absah Erviana, lalu kami langsung kerahkan personel ke lokasi,” terang Muhammad Safi’i, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Batang.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran dengan 9 personel diterjunkan untuk menjinakkan api.
Tim gabungan dari Damkar PLTU Batang, Pos Induk Damkar Batang, Kasi Trantib Kecamatan Kandeman, dan warga setempat bahu-membahu memadamkan kobaran api.
"Kami menerima informasi pagi ini dari Kades Ujungnegoro, dan pada pukul 08.32 tim fire brigade dan fire truck langsung melakukan pemadaman hingga api padam lalu pendinginan," kata GM HSE PT Bhimasena Power Indonesia, Josman Ginting
Pihaknya mengapresiasi kerja sama yang baik antara tim damkar PLTU Batang, Damkar Batang, dan warga setempat dalam menangani kejadian kebakaran ini.
Ia pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan tim damkar kami dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
"Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menggunakan api dan listrik di rumah,"tuturnya.
Dalam waktu 33 menit, tepat pukul 09.15 WIB, api berhasil dipadamkan tuntas tanpa menimbulkan korban jiwa.
Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta, dengan area terbakar seluas sekitar 30 meter persegi—sekitar 15 persen dari total bangunan.
“Alhamdulillah, meskipun api cepat membesar, kami tidak mengalami kendala berarti di lapangan,” tambah Safi’i.
Sementara itu, Camat Kandeman, Kusrin, mengapresiasi sinergi antara instansi dan warga dalam penanganan kejadian darurat seperti ini.
“Ini jadi pelajaran besar bahwa kewaspadaan di rumah tak boleh lengah, apalagi soal api,” tegasnya.
Menurut keterangan warga sekitar, api terlihat pertama kali dari bagian dapur yang mengeluarkan asap tebal disertai suara letupan kecil.
Warga awalnya mengira ada orang sedang membakar sampah, ternyata api sudah menjalar ke plafon.
Tak ada korban luka, namun beberapa perabot seperti kasur, lemari, dan alat dapur tidak bisa diselamatkan.
Kebakaran ini kembali mengingatkan pentingnya tindakan preventif di lingkungan rumah, terutama saat meninggalkan kompor atau alat pemanas lainnya.