BATANG — Pasca kecelakaan tragis yang melibatkan bus PO Haryanto dan menewaskan tiga orang di Tol Semarang - Batang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang langsung mengimbau para pengusaha bus.
Kepala Bidang Teknik Sarana Dishub Batang, Moh Kholip, mengimbau seluruh pengusaha angkutan bus pariwisata dan antar kota agar memeriksa kelaikan armadanya sebelum beroperasi.
Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama setiap perusahaan otobus. Menurutnya, kejadian kemarin menjadi pelajaran pahit yang tak boleh terulang.
“Setiap kendaraan angkutan umum wajib melalui uji KIR berkala dan pemeriksaan teknis sebelum berangkat. Jangan abaikan prosedur hanya karena kejar waktu atau penumpang,” ujar Kholip, Selasa 28 Oktober 2025.
Ia menambahkan, Dishub Batang selalu rutin melakukan pengawasan di lapangan, khususnya bagi armada bus pariwisata yang sering digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Tim penguji teknis rutin dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan acak terhadap sistem rem, kemudi, hingga ban yang kerap menjadi faktor penyebab kecelakaan.
Kholip mengingatkan bahwa kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal.
“Jangan tunggu insiden baru sadar pentingnya pengecekan. Tiga nyawa sudah melayang, ini bukan angka statistik, tapi tragedi kemanusiaan,” tegasnya.
Selain imbauan teknis, Dishub juga meminta perusahaan otobus meningkatkan kedisiplinan sopir dalam hal jam kerja dan istirahat. Kelelahan pengemudi disebut menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar dalam kecelakaan angkutan umum.
“Kami minta pemilik PO bus memperhatikan aspek manusia, bukan hanya mesin. Sopir yang mengantuk di jalan sama berbahayanya dengan rem blong,” ucapnya lagi.
Dishub Batang juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor bila menemukan bus yang terlihat tidak layak jalan. Laporan warga akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan.
Sebagai langkah pencegahan, Dishub bersama kepolisian berencana menggelar operasi gabungan pemeriksaan armada di sejumlah titik strategis. Hal itu juga terkait menjelang libur akhir tahun yang biasanya diikuti peningkatan perjalanan wisata.
Kholip menutup dengan pesan tegas kepada seluruh pihak agar tidak main-main dengan urusan keselamatan. “Setiap perjalanan harus dimulai dengan kesiapan penuh, bukan hanya doa. Mesin harus dicek, sopir harus fit, dan administrasi harus lengkap,” katanya.